Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan tinjauan ke Jembatan pemuda. (Foto: Istimewa)

Risma Minta DKRTH Percantik Jembatan Pemuda

Surabaya 07 November 2019 04:58 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya melakukan tinjauan di Jembatan Pemuda depan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, Rabu 6 November 2019. Dalam peninjauan itu, Risma meminta Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk membenahi dan mempercantik jembatan peninggalan Belanda tersebut.

Risma meminta ada penambahan lampu hias, penambahan pot bunga dan tanaman di sekitaran jembatan, hingga pemasangan hiasan dengan bertuliskan ‘Suroboyo’. Menurut Risma, penambahan itu agar kawasan Jembatan Pemuda bisa lebih hijau, cantik, dan bagus untuk foto-foto.

"Ini di sini ya nanti dikei (dikasih) lampu. Nanti ya sing (yang) agak besar gitu lampunya ya," perintah Risma kepada Tim Dekorasi DKRTH dengan menujuk Jembatan Pemuda.

Untuk pot, Risma meminta agar pot yang dipasang persis di sebelah lampu tersebut berbentuk bundar dan dicat dengan warna emas, agar lebih menarik mata.

"Potnya itu nanti kalian pilih yang bundar aja ya. Habis itu cat-en emas. dua sisi, sebelah sini dan seberang sana itu," kata Risma sambil menunjuk sisi jembatan di seberangnya.

Bukan hanya jembatan yang diminta Risma untuk dipercantik. Risma meminta adanya pemasangan lampu sorot baru tepat di bawah Monumen Kapal Selam (Monkasel). Alasannya, agar Monkasel bisa terlihat dari jauh ketika malam hari. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan Monkasel untuk tujuan wisata kota, utamanya foto-foto.

"Iki engkok (ini nanti) lamput sorotnya dari bawah gitu, ke arah atas (ke Kapal Selam). Pas malam hari biar lebih tampak dan jelas Monkaselnya," kata Risma.

Menurut Risma, langkahnya untuk mempercantik kawasan Pemuda, khususnya Monkasel agar lebih terang dan enak dipandang. Menurutnya, hal itu akan berdampak ke ekonomi kawasan tersebut khususnya di malam hari.

"Ini kan ya biar cantik dan kalau dibuat foto-foto itu instagramable. Jadi orang-orang lebih senang keluar malam untuk makan atau jalan-jalan kalau kotanya cantik pas malam. Dampaknya roda ekonomi akan berjalan 24 jam terus," pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Jul 2020 22:45 WIB

Rapid Test UTBK, Rektor Unair: Kenapa Masuk Mal dan Pasar Bebas?

Nasional

Rektor Unair Mohammad Nasih membandingkan mal dan pasar.

02 Jul 2020 22:30 WIB

Tiga Jalan Ditutup, Pemkot Perketat Pemantauan Kepatuhan Warga

Surabaya

Pemkot akan terjunkan tim satpol dalam pemantauan warga.

02 Jul 2020 21:15 WIB

DPRD Dukung Upaya Pemkot Surabaya Minta Sumbangan ASN

Surabaya

Menurut Wakil DPRD Surabaya, permintaan sumbangan tidak bersifat paksaan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...