Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) menunjukkan barang bukti penyebaran hoaks virus corona di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Surabaya, Senin 9 Maret 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) menunjukkan barang bukti penyebaran hoaks virus corona di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Surabaya, Senin 9 Maret 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Polisi Tangkap Emak-emak Penyebar Hoaks Virus Corona

Ngopibareng.id Kriminalitas 09 March 2020 15:53 WIB

Aparat kepolisian Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menangkap seorang tersangka penyebaran berita hoaks terkait virus corona di Surabaya.

Tersangka adalah Nur Fadillah alias Dilla binti Bujali, 27 tahun, warga Jalan Bulak Rukem, Keluarahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Berdasarkan temuan tim cyber, penyebaran hoaks itu terjadi pada 5 Maret 2020 malam. Saat itu, ada informasi ditemukannya satu orang pasien diduga suspect corona yang menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo. Namun, dari hasil konfirmasi diketahui sebenarnya pasien mengidap penyakit paru-paru.

"Pelaku menggunakan akun media sosial Facebook dengan nama Dilla menyebarkan yang konten yang patut diduga berita bohong dengan kutipan 'Pasien virus corona sudah ada di RSUD Dr Soetomo Sby. Semoga kita semua sllu dlm lindungan Allah. Dan sllu jaga kesehatan dolor2 (saudara-saudara)'," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin 9 Maret 2020.

Menurut Trunoyudo, pelaku telah melakukan pelanggaran karena meresahkan masyarakat dengan berita bohongnya. Apalagi, informasi yang disebarkan mengandung nilai berita yang besar sehingga membuat masyarakat yang tidak paham menjadi percaya dan takut.

"Saya menghimbau pada seluruh masyarakat Indonesia dan Jawa Timur agar tidak menyebarkan berita hoaks yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," katanya.

Dalam kasus ini, kepolisian menahan barang bukti berupa satu unit handphone, akun media sosial Facebooknya dan satu lembar tangkapan layar postingan Dilla.

Sementara itu, pelaku mengaku mendapat foto tersebut dari grup WhatsApp orangtua murid. Dari situ, dia tanpa konfirmasi terlebih dulu langsung menyebarkan foto tersebut di Facebook.

"Dari grup wali murid sekolah. Niatnya cuma untuk mengingatkan Mas, nggak ada unsur apa-apa lagi. Sebelumnya disebut juga itu corona akhirnya saya posting juga," aku Dilla.

Atas perilakunya, Dilla dijerat Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU 2008 ITE.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 18:45 WIB

Pemprov Gelar Jatim Fair 2020 Secara Virtual

Jawa Timur

Buka jaringan luas lewat sistem online

22 Oct 2020 18:32 WIB

Ruhul Jihad Harus Tetap Digelorakan, Pesan KH Said di Hari Santri

Khazanah

Amanat khusus bagi kaum santri di pasa pandemi Covid-19

22 Oct 2020 18:30 WIB

Ucapkan Terima Kasih, IDI Minta Kemenkes Hati-hati Pilih Vaksin

Nasional

Vaksin yang telah dipublikasikan hasilnya aman dipilih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...