Mesin  Pilpres Mulai Panas Pemilu Legislatif Tetap Dingin

08 Feb 2019 12:41 Politik

Presiden Joko Widodo mendorong partisipasi yang tinggi dari rakyat Indonesia dalam pemilihan presiden dan pemilihan legislatif yang akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang. Suara yang diberikan oleh masyarakat akan menentukan arah negara ini ke depannya.

"Kita ingin mendorong ke seluruh warga agar 17 April 2019 itu semuanya berbondong-bondong ke Tempata Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya karena itu menentukan arah negara ini ke depan," ujar Presiden

Presiden meminta seluruh elemen masyarakat  tidak khawatir menggunakan hak pilihnya. Pemerintah melalui TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan bagi warga yang hendak menggunakan hak pilihnya.

"Jangan khawatir, seluruh warga  harus menggunakan hak pilihnya pada Pilpres dan Pileg di  TPS-TPS  terdekat. Jangan sampai ada satupun yang tidak menggunakan hak pilihnya," pesan  Presiden.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, mengatakan  ada ketimpangan antara pemilihan presiden dengan pemilihan legislatif. Nuansa Pilpres lebih dominan dibanding  pemilu legislatif.

Meskipun pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan digelar  serentak 16 April, atau  kurang  dua bulan lagi, tapi pemilihan calon anggota legislatif masih kalah seru daripada pemilihan presiden.

"Cara caleg berkampanye belum optimal, sehingga suasana pemilihan calon anggota legislatif terasa sepi dibanding pilpres." kata Arief di Jakarta  Jumat 8 Januari 2019.

Menurut, Arief sebenarnya ada sembilan metode untuk berkampanye, yakni pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, rapat umum, kegiatan lain sesuai undang-undang, iklan kampanye, dan debat calon presiden dan calon wakil presiden.

"Kalau tidak melakukan semua, ada tujuh metode yang semestinya kalau dilakukan efektif ini akan dahsyat. Misal tatap muka, pertemuan terbatas ini kalau dilakukan efektif kepentingan pemilih pasti dapat karena ada mekanisme interaktif lebih mendekatkan pemilu dengan pemilih tapi metode ini belum jadi pilihan utama. Pilihan utama masih alat peraga, kata Ketua KPU.

KPU juga bicara perannya dalam melakukan sosialisasi pemilu. Salah satu program yang dicanangkan adalah sosialisasi dan pendidikan pemilu berbasis warga.(asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini