Stasiun Gubeng Surabaya. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Libur Nataru, Daop 8 Siagakan Petugas Ekstra dan Kereta Tambahan

Jawa Timur 12 December 2019 14:07 WIB

Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), PT KAI Daop 8 terus melakukan netralisasi jalur kereta api. Terutama di beberapa titik rawan bencana dan kejahatan.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, peningkatan pengamanan ini dilakukan untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. PT KAI pun menerjunkan ratusan petugas untuk memastikan perjalanan kereta api selama libur Nataru aman dan nyaman bagi penumpang.

Suprapto menyebutkan bahwa ada 17 titik rawan di wilayahnya. Sehingga ia perlu memberikan perhatian ekstra. Karena diidentifikasi acap kali terdampak banjir hingga tanah longsor.

"Lima titik rawan banjir, tujuh titik rawan longsor dan lima titik rawan amblesan," kata Suprapto, Kamis 12 Desember 2019.

Bukan hanya itu, Stasiun Porong pun juga mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, rel di wilayah ini sering kali terendam banjir dan menghambat laju kereta api.

"Dapat perhatian khusus itu Stasiun Porong. Karena di sana jadi titik rawan amblesnya jalur kereta, dan rawan banjir kalau hujan," ujar dia.

Sementara itu, untuk mengatasi 17 titik rawan tersebut, Daop 8 menerjunkan beberapa petugas. Rinciannya 32 pemeriksa jalur ekstra, 89 penjaga pintu perlintasan ekstra, dan tujuh petugas posko daerah rawan estra. Serta 136 personel dari TNI/polisi.

"Kami tidak sendirian, tapi dapat back up dari aparat keamanan. Hal ini demi kenyamanan berlibur di akhir tahun," tambah dia.

Selain petugas tambahan yang disiagakan pada libur Nataru, Daop 8 juga menyiapkan alat dan material di titik rawan. Saat ini sudah disediakan di empat lokasi.

"Ada di Stasiun Babat, Mojokerto, Bangil dan Wlingi," ucap dia.

Di sisi lain, setelah pengamanan jalur dan stasiun, Suprapto menjelaskan akan mengoperasikan 73 kereta api reguler dan lima kereta api tambahan. Sehingga tahun ini ada 78 perjalanan kereta api.

"Jadi kita prediksi ada lonjakan penumpang, artinya naik tujuh persen dibandingkan 2018 sebanyak 69 KA," kata Suprapto.

Ia juga memprediksi penumpang kereta api wilayah Daop 8 Surabaya akan meningkat. Lonjakan penumpang pada Nataru tahun ini diprediksi meningkat empat persen dari pada tahun lalu.

"Tercatat khusus di wilayah Daop 8, volume penumpang tahun lalu 749.700 orang. Maka tahun ini diprediksi tembus 778.198 orang," ujar Suprapto.

Untuk masa libur Nataru, Suprapto menjelaskan PT KAI telah menetapkan selama 18 hari. Dimulai dari 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

"Diprediksi, lonjakan tinggi terjadi pada 22 dan 29 Desember 2019. Karena itu akan menjadi tanggal favorit masyarakat," tambah dia.

Lebih lanjut, Suprapto mengatakan tiket KA jarak jauh reguler pada masa angkutan Nataru sudah dapat dibeli sejak 19 November 2019 atau H-30 keberangkatan. Tiket tersebut dapat dibeli di seluruh kanal resmi penjualan tiket kereta api seperti aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan lainnya.

"Sementara untuk KA Lokal, tiket dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan melalui aplikasi KAI Access atau tiga jam sebelum keberangkatan di loket stasiun," ucap dia.

Penulis : Haris Dwi

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Jul 2020 16:45 WIB

Sekjen Covid-19, Gedung KY Disemprot Disinfektan

Nasional

Sekjen KY Tubagus Rismunandar positif Covid, gedung disemprot disinfektan.

10 Jul 2020 16:42 WIB

Perpres Baru Tentang Kartu Pra Kerja, Apa Saja Yang Diubah?

Nasional

Ada hal-hal prinsip yang diubah pada program senilai Rp5,6 triliun ini.

10 Jul 2020 16:30 WIB

Bisnis Hotel-hotel di Surabaya Bertahan Digempur Pandemi Corona

Feature

Geliat jasa hospitality di Surabaya, dari tutup hingga jualan makanan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...