Cair, Ini Prosedur Dana Ahli Waris Kecelakaan Boeing 737 MAX

13 Aug 2019 10:47 Nasional

Boeing Company akhirnya mencairkan dana bantuan untuk seluruh korban kecelakaan 737-8 MAX baik di Indonesia maupun di Ethiopia. Kepastian ini datang dari KBRI Washington DC seperti rilis yang diterima sejumlah media di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar dalam keterangan tertulisnya mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen Boeing Company terkait bantuan dana US50 juta dolar tersebut.

"Kami sudah berkomunikasi, salah satu langkah yang dilakukan adalah menugaskan Atase Perhubungan untuk melakukan komunikasi dan pertemuan kepada para pihak, termasuk pengacara yang ditunjuk oleh Boeing Company untuk memperoleh kejelasan informasi," tulis Mahendra, Senin 12 Agustus 2019.

Untuk merealisasikan bantuan dari Boeing ini, KBRI Washington DC akan terus menjalin komunikasi dengan pengacara Boeing Company dan memantau perkembangan informasi terkini secara detail.

Dan berikut hasil komunikasi KBRI Washington DC dengan Boieng:

a. Diperoleh konfirmasi bahwa benar Kenneth Feinberg dan Camille Biros telah ditunjuk oleh Boeing untuk mendistribusikan $50 juta kepada 346 Ahli Waris korban akibat kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-8 MAX secara merata (189 dari Indonesia dan 157 dari Ethiopia);

b. Dana sebesar $50 juta ini merupakan bantuan keuangan jangka pendek kepada Ahli Waris yang diperkirakan akan menerima US$145.000 per Ahli Waris dan hal ini di luar proses litigasi yang sedang berjalan;

c. Persyaratan untuk memperoleh dana dimaksud, Ahli Waris harus membuktikan Surat Keterangan Ahli Waris yang sah sesuai hukum nasional masing-masing negara (Indonesia dan Ethiopia);

d. Dalam hal siapa yang akan menerima dana dari Boeing Company, dapat dilakukan dengan 2 (dua) kemungkinan yaitu:
1) Ahli Waris dapat secara langsung menerima dari pengacara Boeing Company (Kenneth Feinberg dan Camille Biros), atau
2) Dapat diwakilkan kepada pengacara yang dipilih oleh Ahli Waris, selanjutnya pengacara Ahli Waris mengirimkan kepada Ahli Waris yang ditunjuk;

e. Khusus huruf d butir 2), Kenneth Feinberg dan Camille Biros mensyaratkan adanya perjanjian antara pengacara dan Ahli Waris. (Diharapkan dilakukan oleh pengacara yang tidak memungut bayaran - Pro Bono);

f. Skema atau rancangan pendistribusian akan dirancang lebih lanjut oleh pengacara Boeing Company dan rencana pendistribusian akan dimulai pada sekitar pertengahan bulan Oktober 2019;

g. Menurut Kenneth Feinberg dan Camille Biros, kecepatan pendistribusian ini sangat tergantung kepada ketersediaan dan kecepatan penyiapan Surat Keterangan Ahli Waris;

h. Untuk memperoleh dana itu, para Ahli Waris tidak diminta untuk menandatangani Release and Discharge.

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini