Piala Afrika 2019Belmadi Berharap Tim Afrika Beri Kepercayaan Pelatih Lokal

15 Jul 2019 13:53 Dunia

Dari seluruh tim peserta Piala Afrika 2019, dua finalis turnamen ini, Aljazair dan Senegal adalah dua tim yang ditangani oleh pelatih asli negara masing-masing. Di Aljazair, ada Djamel Belmadi yang berhasil membuat Riyad Mahrez dkk menjadi tim yang belum terkalahkan selama gelaran Piala Afrika 2019, setidaknya hingga semifinal.

Sementara di kubu Senegal, Aliou Cisse adalah salah satu legenda hidup Timnas mereka. Meski sempat takluk di tangan Aljazair di babak penyisihap grup, Cisse kemudian mampu menjadikan tim ini lebih kuat di laga-laga selanjutnya hingga melaju ke final.

Final ini merupakan yang kedua bagi Cisse dengan status berbeda. Saat masih menjadi pemain, Cisse pernah mengantarkan tim berjulukan Singa Teranga itu menembus final Piala Afrika 2002 lalu.

Bagi Belmadi, keberhasil dua pelatih lokal Ini sebagai pembuktian bahwa mereka tidak kalah dibanding tim-tim lain yang ditangani pelatih asing.

"Pertandingan ini adalah pesan besar bahwa kami telah menunaikan tanggung jawab kepada sepak bola di seluruh negara di Afrika, ini hebat," kata Belmadi kepada jurnalis setelah timnya mengalahkan Nigeria 2-1 berkat tendangan bebas Riyad Mahrez, Senin dini hari tadi.

Belmadi mengatakan, ia ingin laga final ini kedua tim bisa berbuat lebih banyak bagi negara-negara Afrika. Tak sekadar pertandingan yang memperebutkan gelar, tapi juga menjadi tontonan yang berkualitas dengan adu teknik para pemainnya.

Belmadi sendiri sudah tak asing dengan Cisse. Keduanya sudah sering berhadapan satu sama lain ketika mereka masih bermain di Prancis. Belmadi tercatat pernah membela sejumlah klub Prancis, Paris Saint Germain, Marseille, sementara Cisse pernah merumput bersama Lille, Sedan, dan Paris Saint Germain.

"Saya sudah sejak lama mengenal Cisse, kami sudah sering berhadapan satu sama lain ketika kami berdua di Prancis. Satu-satunya perbedaan di antara kami adalah dia sudah bersama timnya selama empat tahun, sedangkan saya baru satu tahun."

"Memainkan final ini melawan Senegal, melawan sahabat saya, adalah menakjubkan. Saya harap para pengambil keputusan bisa lebih memikirkan soal ini dan menaruh kepercayaan kepada para pelatih muda kita. Karena ," ucapnya pada Reuters dan dikutip dari Antara.