Alot, Eksekutif- Legislatif Bahas Pengadaan Senilai Rp7 M

20 Aug 2019 22:30 Jawa Timur

Menjelang masa jabatan yang tinggal menghitung hari, anggota DPRD Kota Probolinggo dengan eksekutif disibukkan sidang pamungkas, Selasa, 20 Agustus 2019. Pembahasan berjalan alot terkait pengadaan 29 ambulan senilai Rp 7 miliar.

Sekadar diketahui, pengadaan ambulan setiap kelurahan termasuk program yang tertuang dalam visi-misi Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan wakilnya, HMS Subri.

Pembahasan soal ambulan, Selasa siang tidak tuntas. Agenda sidang dilanjutkan Selasa malam ini.

Pembahasan pengadaan ambulan juga melibatkan beberapa alat kelengkapan dewan baik pimpinan dewan, banggar, termasuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur mengatakan, perlu ada penyesuaian terhadap pengadaan ambulan tersebut. "Di antaranya soal teknisnya, perawatannya, dan harus ada sopir dan perawat di tiap ambulan," katanya.

Namun politisi PDI Perjuangan itu membantah dikatakan menolak pengadaan ambulan.

"Kami bukan menolak tetapi perlu dijelaskan dulu bagaimana prosedurnya, teknisnya, perawatan dan pengawasan ambulan itu," katanya.

Untuk mencari titik temu, eksekutif dan legislatif menggelar rapat lanjutan Selasa malam.

Rudi Ghafur, panggilan akrab Agus Rudiyanto Ghafur menambahkan, termasuk sopir dan perawat pada ambulan harus dipikirkan. Harus ada tiga perawat dan sopir yang bersiaga melayani pasien di dalam mobil ambulan.

"Tujuannya jika terjadi sesuatu dengan pasien di dalam ambulan, bisa segera ditangani," katanya.

Sementara itu dikonfirmasi, Kepala Bappeda, Rey Suwigtyo tidak mau berkomentar. Ia menyarakan wartawan bertanya soal ambulan kepada Plt Sekda, Ahmad Sudiyanto. Ternyata Sudiyanto juga enggan berkomentar.

Hanya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), drg Ninik Ira Wibawati yang mau berkomentar. Ia membenarkan, rencana pengadaan ambulan bagi 29 kelurahan. Tetapi hanya amban tanpa dilengkapi perawat dan sopir.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terkait perekrutan perawat dan sopir ambulan," katanya.

Yang jelas, soal pengadaan ambulan, juga perekrutan perawat dan sopir akan ada kesepakatan. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini