Pogacar Juara Umum TdF 2025, Van Aert Juara TdF Etape 21
Tour de France etape 21 yang digelar Minggu, 27 Juli sebagai etape terakhir. Biasanya membosankan hanya seremonial saja.
Tetapi sejak tahun ini, penyelenggara membuat etape terakhir ini jadi lebih meriah dan menantang. Karena para pembalapan harus melintasi tanjakan Montmarte.
Sudah bisa ditebak dan sesuai prediksi. Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) meraih gelar juara Tour de France keempatnya. Dia tampil sempurna selama tiga minggu balapan Tour de France ini.
Di etape terakhir ini, cuaca hujan tidak menghentikan keseruan balapan. Aksi para pembalap tetap melaju di kecepatan tinggi, di jalanan cobble yang licin di Montmartre.
Karena cuaca tidak membaik, panitia memutuskan menetralisir perolehan waktu. Artinya catatan waktu pembalap tidak mempengaruhi klasemen GC.
Pogacar sangat diuntungkan dengan hal ini. Sebagai pemuncak klasemen GC, dia sudah juara TdF 2025 meskipun balapan etape terakhir belum usai.
Meski begitu, Pogacar tetapi menyuguhkan tontonan yang seru. Sempat beberapa kali melancarkan serangan ketika balapan kurang 50 km menuju finis.
Saat balapan masuk Montmartre, Pogacar langsung mengejar Julian Alaphilippe (Tudor) yang melakukan serangan.
Pada tanjakan kedua, Pogacar bersama lima pembalap lainnya yakni Matteo Jorgenson, Wout van Aert (Visma-Lease a Bike), Davide Ballerini (XDS Astana), Matej Mohori (Bahrain Victorious), dan Matteo Trentin (Tudor).
Memasuki tanjakan ketiga, hanya Wout van Aert (Visma-Lease a Bike) yang mampu mengimbangi Pogacar. Pembalap Belgia itu melancarkan serangan balik mematikan 350 meter dari puncak tanjakan, melesat sendirian 6,4 km menuju kemenangan di Champs-Elysees.
19 detik kemudian disusul oleh Davide Ballerini dan Matej Mohoric. Sedangkan Pogacar finis keempat. Untuk Van Aert ini adalah kemenangan etape yang ke-10 di ajang Tour de France.
Meski gagal menang di etape penutup, Pogacar tetap sebagai ikon balap sepeda modern. Banyak rekor lain akan diraihnya apalagi usia Pogacar masih 26 tahun.
Keberhasilan sebagai juara Tour de France keempat di tahun 2025 ini, membuatnya menyamai rekor legenda pembalap Inggris Raya, Chris Froome.
Tak lama lagi, Pogacar akan bersanding dengan empat legenda balap sepeda yang telah mengoleksi titel Tour de France lima gelar.
Yakni Jacques Anquetil (1957, 1961, 1962, 1963, 1964), Eddy Merckx (1969, 1970, 1971, 1972, 1974), Bernard Hinault (1978, 1979, 1981, 1982, 1985) dan Miguel Indurain (1991, 1992, 1993, 1994, 1995).
Pogacar sudah memenangi empat etape tahun ini sehingga total kemenangannya di Le Tour menjadi 21 kali. Mark Cavendish mencatatkan rekor 35 kali kemenangan etape di Le Tour di usia 39 tahun. Jadi masih ada kesempatan 13 tahun lagi untuk Pogacar melebihi rekor Cav itu.
Secara total di GrandTour, Pogacar telah mencapai 30 kali kemenangan. Enam di Giro d’Italia dan tiga di Vuelta a Espana.
Pogacar juga membawa pulang jersey polkadot, pemenang di klasemen King of the Mountain (KOM). Jonathan Milan merebut gelar juara untuk klasemen Points (green jersey). Dan Florian Lipowitz memenangkan jersey putih untuk cyclist muda terbaik.
Hasil Juara Tour de France Etape 21 (Top Ten)
1 | 3:07:30 | ||
2 | 0:19 | ||
3 | ,, | ||
4 | ,, | ||
5 | 0:26 | ||
6 | 0:38 | ||
7 | 1:14 | ||
8 | ,, | ||
9 | ,, | ||
10 | ,, |
Klasemen General Classification setelah 21 Etape (Top Ten)
1 | 76:00:32 | ||
2 | 4:24 | ||
3 | 11:00 | ||
4 | 12:12 | ||
5 | 17:12 | ||
6 | 20:14 | ||
7 | 22:35 | ||
8 | 25:30 | ||
9 | 28:02 | ||
10 | 32:42 |
Advertisement