Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Suroboyo Bus, Kopeka Surabaya Dorong Pemkot Sediakan Fasilitas Memadai
Seorang pejalan kaki meninggal dunia akibat tertabrak Surabaya Bus Rabu, 5 Februari 2025. Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) Surabaya dorong Pemkot Surabaya buat fasilitas memadai untuk pejalan kaki.
Koordinator Wilayah (Korwil) Kopeka Surabaya, Aditya Ikhsan mengatakan bahwa fasilitas untuk pejalan kaki di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) memang belum memadai. Misalnya, tidak tersedianya tempat penyebrangan jalan atau zebra cross. Tak heran jika risiko terjadinya kecelakaan sangat tinggi di sana.
"Kemungkinan dia (korban) biasa menyeberang di situ, meski tidak ada zebra cross," ucapnya kepada Ngopibareng.id, Rabu 5 Februari 2025.
Adit pun mendorong kepada Pemkot Surabaya untuk lebih memperhatikan fasilitas pejalan kaki. Tidak hanya zebra cross, tapi juga pelican crossing dan penerangan jalan.
Selain itu, Kopeka Surabaya juga mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengedukasi semua pengemudi angkutan umum. Misalnya, edukasi soal hak dan kewajiban pejalan kaki.
Menurut Adit, kejadian serupa pernah terjadi di Jakarta pada 2021 saat Transjakarta menabrak pejalan kaki. Setelah kejadian itu, pemerintah daerah langsung sigap menyediakan fasilitas dan memberi edukasi. Pengemudinya yang lalai pun ditindak tegas.
Adit menambahkan, Kopeka Surabaya juga tengah melakukan advokasi terkait penyediaan zebra cross yang memadai di sejumlah titik Surabaya. Misalnya, sekitar RSAL dr. Ramelan - Royal Plaza. Sebab, titik ini berisiko tinggi bagi para pejalan kaki yang ramai di sana.
"Kejadian ini bisa terjadi kapan saja dan tidak hanya menimpa Surabaya Bus, tetapi juga bisa mobil dan sepeda motor. Ini momentum untuk meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki secara menyeluruh di seluruh kota," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejalan kaki berinisial EK menjadi korban saat menyebrang di Jalan Joyoboyo Surabaya. EK pun tewas di lokasi kejadian.
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dishub Kota Surabaya Eni Fajarsari menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kejadian ini. Namun, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pengemudi Surabaya Bus berinisial JDP (27). Polisi juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap sopir.
“Hasilnya negatif,” ucap Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi.
Advertisement