MTQ XXXI Jatim di Jember juga Pertandingkan Eksibisi Kaligrafi Digital
Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Jawa Timur melakukan uji coba kompetisi kategori Khat Digital. Kategori tersebut masuk dalam cabang kaligrafi. Uji coba dilakukan di venue GOR PKPSO, Kecamatan Kaliwates.
Koordinator venue cabang kaligrafi, Ahmad Edy Sutrisno, mengatakan, cabang kaligrafi termasuk salah satu cabang lomba yang sunyi. Berbeda dengan cabang yang lain, yang bisa dihadiri banyak pengunjung, termasuk orang tua peserta.
Meski antusiasme peserta tinggi, panitia tidak membuka akses penonton langsung di arena lomba. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsentrasi peserta.
“Antusiasnya bagus, hanya saja penonton tidak diperkenankan masuk ke dalam venue atau naik tribun. Itu permintaan dewan hakim supaya peserta lebih fokus,” katanya, Selasa, 16 September 2025.
Ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota ambil bagian dalam sejumlah kategori lomba, mulai dari naskah, hiasan mushaf, dekorasi, hingga kontemporer.
Cabang Kaligrafi terdiri atas beberapa kategori, di antaranya kategori naskah yang diikuti 43 peserta. Kemudian juga ada kategori hiasan mushaf yang diikuti oleh 48 peserta.
Selain itu, juga ada kategori khat atau kaligrafi digital. Namun, kaligrafi digital masih eksibisi, belum diperlombakan resmi.
“Kaligrafi digital tahun ini masih eksibisi. Kemungkinan tahun depan akan masuk cabang lomba di MTQ,” jelasnya.
Sutrisno menambahkan, sesuai jadwal, hari ini, Selasa, 16 September 2025 digelar cabang kaligrafi kontemporer yang diikuti 54 peserta putra-putri. Karya mereka akan dipamerkan keesokan harinya.
Sementara babak final dijadwalkan pada Kamis, 18 September 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
“Untuk final berbeda dengan lomba sebelumnya. Kalau biasanya sampai sore, kali ini hanya sampai siang. Peserta tetap diberi waktu istirahat untuk salat dan makan siang. Final akan menentukan enam pemenang, yakni juara 1, 2, 3, serta harapan 1, 2, dan 3,” tambah Sutrisno.
Lebih jauh, Sutrisno mengatakan kualitas peserta dalam cabang kaligrafi cukup merata, karena mereka adalah juara dari masing-masing kabupaten/kota. Namun, Kabupaten Jember disebut memiliki rekam jejak prestasi lebih menonjol.
“Kalau kualitas secara umum merata. Tapi Jember sering berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Dari event sebelumnya, ada yang pernah mewakili Jawa Timur,” pungkasnya.
Advertisement