Meriahkan MTQ XXXI Jember, Kaligrafi Karya Dewan Hakim dan Seniman Nasional dipamerkan
GOR PKPSO, Kecamatan Kaliwates, Jember menjadi venue MTQ XXXI cabang kaligrafi. Lapangan olahraga di bagian dalam disekat menjadi beberapa bagian. Terdiri dari ruang pameran, ruang kompetisi, dan ruang display karya peserta MTQ XXXI.
Suasana ruang pameran di Gedung Olahraga (GOR) PKPSO, Kecamatan Kaliwates, Jember, tampak semarak dengan deretan karya seni kaligrafi Al-Qur’an. Puluhan lukisan khat dari dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Jawa Timur dan khattat undangan terpajang rapi, menarik perhatian pengunjung yang datang menyaksikan.
Sejak memasuki ruangan, pengunjung langsung disambut aroma khas cat dan tinta yang masih terasa segar. Dinding-dinding pameran dihiasi karya dengan beragam media, mulai dari kertas, kanvas, hingga resin kayu dan akrilik. Pencahayaan ruangan yang hangat membuat detail khat tampak semakin indah dan hidup.
Beberapa karya yang menjadi sorotan antara lain milik KH. Musbahul Munir dari Malang, berupa Asma Ashabul Kahfi di atas media kertas, serta khat dari surah Al-Waqiah, Al-Baqarah, Yasin, Al-Mulk, dan Ar-Rahman. Ada pula karya Midzar Ahsan asal Gresik dengan karyanya surah Al-Ashr di atas kanvas, serta Ayat Kursi dan Al-Ikhlas.
Seniman dari Batu, Gus Imran Fathoni menampilkan karya berjudul Laqad Jaa Akum dan Hasbunallah menggunakan media akrilik di atas kanvas.
Sedangkan M. Riyanto dari Surabaya menampilkan eksplorasi seni modern melalui Nur Muhammad dengan teknik wood resin, Ayat Kursi pada media kayu, serta Doa Kebaikan menggunakan media kaca dan akrilik.
Nama-nama lain juga turut meramaikan, di antaranya Anwar Syamsudin dari Lumajang dengan khat masyriqi di atas kertas, A. Ma’ruf Zulfa dari Tulungagung dengan karya Wiridan berbahan akrilik di atas kanvas, serta Nur Fadilah dari Bangkalan dengan Doa Awal Ramadan di atas kanvas.
Selain dewan hakim, pameran ini juga menampilkan karya khattat undangan. KH Syams Huda dari Pasuruan menghadirkan kaligrafi huruf Alif menggunakan tinta di atas kertas, sementara seniman asal Turki, Shahruanshah, memamerkan Golden Words dan Pure and Honesty dengan teknik digital printing.
Dari Yogyakarta, ada Gus Robert Nasrullah mengundang senyum pengunjung lewat karya kreatifnya berupa huruf Ba yang menyerupai bentuk pisang, ba na na.
Koordinator venue cabang kaligrafi MTQ XXXI, Ahmad Edy Sutrisno, menjelaskan bahwa karya yang dipamerkan bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga bisa dibeli.
“Nama pemilik karya sudah tertera di bawah lukisan. Jadi kalau ada pengunjung yang berminat, bisa langsung dikomunikasikan dengan pemiliknya. Kemarin ada beberapa karya yang sudah laku,” ujarnya, Selasa, 16 September 2025.
Ia menambahkan, pameran terbagi menjadi dua kategori, yakni karya dewan hakim dan karya khattat undangan.
“Kalau yang tamu itu hanya partisipan saja, sedangkan dewan hakim punya tempat tersendiri. Ada juga karya dekorasi hasil lomba yang ditampilkan setelah perlombaan selesai,” pungkasnya.
Advertisement