Update data corona di dunia dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit corona di luar negeri dikuti dari akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri, pada Rabu 3 juni 2020. (Grafis: MoFA Indonesia @Kemlu_RI)

Update Corona di Dunia: 6.468.863 Kasus

Internasional 03 June 2020 21:20 WIB

Jumlah pasien terinfeksi corona di dunia, hingga Rabu, 3 Juni 2020 tercatat 6.468.863 kasus. Dalam waktu kurang dari 24 jam, jumlah terinfeksi virus corona di dunia bertambah lebih dari 80 ribu kasus.

Jika dibandingkan, pada Selasa 2 Juni 2020, jumlah terkonfirmasi 6.388.234 kasus. Dari 6,46 juta orang yang positif terinfeksi Covid-19, 382.809 pasien meninggal dunia dan 3.079.025 dinyatakan sembuh.

Terdapat 213 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Covid-19. Selain itu, pandemi juga menyebar di dua transportasi angkut Internasional, yakni Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang dan Kapal pesiar MS Zaandam Holland America.

Sementara itu, Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus corona di luar negeri bertambah 12 orang sejak Selasa, 2 Juni hingga Rabu 3 Juni 2020. Dengan begitu, total WNI positif Covid-19 di negara lain berjumlah 990 orang. Penambahan tersebut tersebar di lima negara.

“Tambahan WNI terkonfirmasi Covid-19 di Amerika Serikat (2 orang), Kanada (2 orang), Kuwait (1 orang), Qatar (2 orang), Rusia (2 orang),” tulis Kementerian Luar Negeri di akun Twitter resminya MoFA Indonesia @Kemlu_RI.

Selain itu, ada pula tambahan tiga anak buah kapal (ABK) Indonesia yang terpapar virus tersebut. Dari total kasus positif, sebanyak 543 orang atau sebesar 54,8 persen telah dinyatakan sembuh. Tercatat, WNI yang sembuh bertambah sebanyak 20 orang dalam 24 jam terakhir.

Di sisi lain, Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan adanya penambahan jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 28.233 kasus. "Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684, sehingga total menjadi 28.233," kata Yuri dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu sore.

Sedangkan Swedia yang sebelumnya disebut-sebut melakukan kebijakan herd immunity, sepertinya mulai menyesali strategi tersebut. Terlebih dengan melihat jumlah kasus dan korban meninggal di negara tersebut, dibandingkan dengan negara tetangganya.

Swedia, seperti dikutip dari worldometers mencatatkan 38.589 kasus infeksi dengan korban meninggal 4.468 orang.

"Terlalu banyak yang meninggal terlalu cepat, dan Swedia seharusnya berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran virus corona pada tahap awal," kata ahli epidemiologi negara Anders Tegnell kepada radio publik Swedia pada Rabu pagi.

Swedia, tidak seperti negara sekitarnya tidak memberlakukan kebijakan penguncian yang ketat untuk mencegah penyebaran. Sehingga kasus yang terjadi di negara itu cukup tinggi dibandingkan negara Skandinavia lainnya.

Denmark misalnya, mencatat 11.734 kasus dengan 580 korban meninggal, Finlandia 6.887 kasus dan 320 meninggal, Norwegia 8.455 kasus dan 237 meninggal dan Islandia 1.806 kasus dengan hanya 10 korban meninggal.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 12:25 WIB

Sinopsis The Last Witch Hunter: Satria Terakhir Pemburu Penyihir

Film

Film The Last Witch Hunter tentang kisah pemburu penyihir.

11 Jul 2020 12:10 WIB

Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid, Pemimpin Dunia Resah

Internasional

Hagia Sophia berubah menjadi masjid.

11 Jul 2020 11:45 WIB

Logo Partai Gerindra Diganti Lobster, Ini Kata Susi Pudjiastuti

Nasional

Logo Partai Gerindra gambar kepala burung garuda diganti menjadi lobster.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...