Unusa Bekali Mahasiswa Entepreneur Untuk Program Gubernur

18 Apr 2019 18:45 Unusa Gateway

Kuliah umum Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan Chairman Internasional Council for Small Business (ICSB) Indonesia yang juga Presiden of Asia Council for Samll Business (ACSB), Hermawan Kartajaya.

Dalam kuliah bertema mencetak wirausaha muda di kalangan santri dan mahasiswa ini Hermawan menjelaskan ini merupakan program unggulan Gubernur Jatim ‘Satu Pesantren Satu Produk’ (one pesantren one product).

Hermawan menjelaskan mahasiswa sebagai seseorang yang berpendidikan jangan hanya terpaku pada profesionalitas saja.

"Mahasiswakan sekolah rek, orang pintar beda dengan orang yang tidak sekolah. Jangan terlalu fanatik dengan profesional saja, tapi juga profesional dalam entrepreneur," katanya, Kamis, 18 April 2019 di ruang Auditorium lantai 9, Tower Unusa Kampus B, Jalan Raya Jemursari, Surabaya, Kamis, 18 April 2019..

Hermawan menyayangkan banyak mahasiswa yang takut terjun dalam dunia entrepreneur, padahal dalam prinsipnya entrepreneur memiliki tiga prinsip.

"Bisa melihat peluang, berani mengambil resiko dan bisa berkolaborasi jadi tidak ada alasan untuk takut," kata Hermawan.

Menurutnya, dalam program satu pesantren satu produk mahasiswa Unusa juga harus ikut berperan, tidak hanya dosennya saja.

"Tentunya Unusa bisa sertakan mahasiswanya, tidak hanya dosen. Mereka harus ikut serta turun ke pesantren secara langsung untuk meriset dan menunjukan hasil risetnya," imbuhnya.

Sementara Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M Eng mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi menciptakan generasi wirausaha (entrepreneur) muda Unusa selalu memberikan pembekalan.

"Unusa selalu memberi pembekalan mulai mengenal, menjiwai, hingga mengimplementasikan kewirausahaan," ujar Achmad Jazidie.

Lanjut Jazidie, kekuatan wirausaha di dalam pesantren sangat besar. Untuk itu, program Gubernur Jawa Timur 'Satu Pesantren Satu Produk' harus didukung oleh mahasiswa juga tentunya.

"Ponpes perlu pendampingam institusi. Para santri pelaku entrepreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknik pengemasan, strategi harga, hingga penyusunan laporan keuangan," katanya.

Kuliah umum kali ini merupakan kelanjutan sukses ‘Festival Entrepreneur Plus’ yang digelar Unusa di DBL, pada Maret 2019. Tingginya animo kalangan anak muda menarik perhatian tim ICSB Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara ICSB dengan Unusa sebagai kampus yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan entrepreneur muda di Indonesia. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini