Para model berlenggak-lenggok di area pedestrian Taman Blambangan, yang telah disulap menjadi catwalk. (Foto: Istimewa)

Unik, Pagelaran Busana Batik Digelar di Pedestrian

Seni dan Budaya 22 November 2019 05:06 WIB

Pagelaran busana biasanya digelar di atas catwalk. Di Banyuwangi, pagelaran busana dilakukan di area pejalan kaki atau pedestrian. Pagelaran busana batik ini diberi nama Banyuwangi Batik on Pedestrian. Even ini berlangsung di area pedestrian Taman Blambangan, Banyuwangi, Jumat, 22 November 2019.

Sebanyak 60 model turut serta dalam even yang merupakan rangkaian Banyuwangi Batik Festival. Mereka mengenakan busana batik karya desainer asal Banyuwangi. Model yang tampil mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Mereka melenggak-lenggok di pedestrian yang sudah disulap menjadi catwalk.

"Kami yakin dengan terus memberikan panggung seperti ini akan memunculkan bibit-bibit desainer potensial daerah. Ini juga cara menumbuhkan kecintaan pada batik yang merupakan warisan budaya bangsa," kata Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Banyuwangi, Dani Azwar Anas.

Pada Banyuwangi Batik on Pedestrian, para model mengenakan batik motif Blarak Sempal. Motif ini menyerupai blarak alias daun kelapa yang sudah tua dengan bentuk garis-garis miring yang tersusun berbanjar dan saling berlawanan. Tema busana yang disajikan mulai kasual, busana pesta, hingga busana kerja.

“Acara ini sengaja digelar di area pedestrian untuk memberikan keunikan  sekaligus untuk mengkampanyekan trotoar yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki,” kata istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini.

Terpisah, sang bupati mengatakan, setiap pelaksanaan Banyuwangi Batik on Pedestrian, satu motif batik khas Banyuwangi ditampilkan secara bergiliran. Sebelumnya, berbagai motif telah diangkat seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah dan motif lainnya.

"Kami ingin mengenalkan motif asli batik Banyuwangi. Ini adalah cara Banyuwangi terus mendukung eksistensi pelaku batik daerah sekaligus mensupport karya-karya anak bangsa. Motif juga terus kita perkaya lewat lomba cipta motif batik Banyuwangi," kata Anas.

Sejumlah desainer nasional ikut menyaksikan even ini. Salah satunya adalah Sofie. Dia menyebut, even ini sangat unik. Banyuwangi Batik on Pedestrian akan menjadi ajang promosi batik Banyuwangi pada khalayak luas.

"Gelaran ini akan membuat orang melihat bahwa Banyuwangi memiliki batik khas yang tidak kalah menarik dari batik daerah lain,” ujar desainer yang memiliki nama lengkap Hadriani Ahmad Sofiyulloh.

Dia mengapresiasi konsistensi Banyuwangi memberikan panggung bagi industri batik dan pelaku fashion daerah untuk menampilkan karyanya. Menurutnya, apa yang dilakukan di Banyuwangi sangat bermanfaat bagi para desainer. Even ini, kata dia, pasti akan menggerakkan ekonomi pelaku batik daerah.

"Ini tidak hanya bermanfaat bagi desainer daerah. Namun kami yang dari luar Banyuwangi juga akan belajar bagaimana karakter busana dan desainer daerah. Jadi kami sama-sama belajar di sini," kata Sofie.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Feb 2020 14:34 WIB

Sebelum Berangkat, Warga Tumpang Pitu dapat 'Kunjungan' Ormas

Jawa Timur

Mengaku dari salah satu ormas dan mengaku terganggu dengan warga

26 Feb 2020 18:00 WIB

Ini Batik Motif Baru Khas Pasuruan

Ngopibareng Pasuruan

Ikan Sengkaring yang berkoloni bisa dituangkan dalam seni batik.

26 Feb 2020 11:25 WIB

Lego Jangkar di Selat Bali, KM Victori Utama Ludes Terbakar

Jawa Timur

KM Victoria Utama terbakar saat Lego jangkar di perairan selat Bali

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.