Presiden AS Donald Trump akhirnya memakai masker, walau cuma sebentar. (Foto;Antara/rtr)

Trump Akhirnya Pakai Masker

Internasional 22 May 2020 14:04 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama ini selalu menolak pakai masker. Di mana pun, pada acara apa pun. Dia keras kepala, tetap tidak mau memakai masker. Apalagi di hadapan pers.

Tapi akhirnya dia tertangkap kamera mengenakan masker untuk pertama kalinya di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19).

Meski cuma sebentar, presiden 73 tahun itu terlihat memakai masker kain warna biru navy dengan cap kepresidenan saat berada di balik panggung ketika berbicara kepada bos Ford Bill Ford Jr.

Konon, foto Trump yang tengah mengenakan masker itu dijepret oleh salah satu pegawai Ford, tulis Hollywood Life jumat.

Pabrik Ford secara ketat mewajibkan semua orang yang berada di fasilitas itu memakai masker, namun Trump langsung melepasnya saat dia menemui pers di media pool.

Nyatanya Trump tidak mau mengenakan masker di hadapan awak media.  "Saya pakai masker di belakang, tetapi saya tidak mau memberi kesenangan pers dengan memakainya saat tampil di sini," kata Trump kepada wartawan saat tampil di pabrik Ford di Ypsilanti dikutip dari NBC, Jumat.

Di lantas mengatakan bahwa dia butuh pakai masker hari itu karena dia habis dites, demikian juga dengan orang-orang di sekitar dia.

Sebelumnya, Jaksa Agung Negara Bagian Michigan Dana Nessel, mengirim surat terbuka pada Rabu, 20 Mei mendesak Trump untuk mengenakan masker saat dia berkunjung ke pabrik.

Nessel berpendapat bahwa Trump memiliki "tanggung jawab sosial dan moral" untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus.

"Presiden seperti anak kecil yang menolak untuk mengikuti aturan," katanya.

Trump mengumumkan pada 3 April 2020 bahwa CDC merekomendasikan seluruh rakyat AS pakai masker wajah untuk membantu menghentikan penyebaran COVID-19. Namun dia sendiri menolak memakai masker dengan alasan itu adalah "kerelaan" warga negara saja untuk pakai.

Dana Nessel mengecam sifat keras kepala Trump saat berkunjung ke pabrik Ford.

"Seorang anak pemarah yang menolak untuk mengikuti aturan dan ini bukan lelucon. Sebanyak 93.000 orang telah meninggal di Amerika Serikat. Dia ada di daerah sekarang di mana lebih dari 100 orang telah meninggal. Ini bukan lelucon. Dia menyampaikan pesan yang paling buruk kepada orang-orang yang tidak mampu menerima informasi salah yang mengerikan," katanya pada CNN.

Pada Kamis kemarin  Trump mengunjungi pabrik Ford di negara bagian Michigan untuk membuktikan  keberhasilan negara adi daya itu mencetak banyak ventilator sendiri.

Seperti diketahui, pabrik Rawsonville Ford Motor Company di Ypsilanti, Michigan dirancang ulang untuk membuat ventilator dan peralatan medis lainnya selama pandemi COVID-19.(ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...