Kenyamanan bersepeda salah satu faktornya juga ditentukan sadel yang dipakai. (Foto: Istimewa)

Tips Memilih Sadel untuk Cyclist Perempuan

07 Aug 2020 10:45

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Selain ukuran sepeda, perlu juga diperhatikan bentuk sadel. Bagian ini sangat rawan. Sadel menopang tubuh sepanjang perjalanan kita bersepeda. Dengan sadel yang pas, gowes pasti jadi lebih nyaman. Sebaliknya, sadel kurang pas, gowes serasa "neraka".

Banyak pilihan merek, bentuk, dan ukuran sadel yang ada di pasaran. Mayoritas sadel untuk unisex alias sama untuk pria maupun perempuan.

Tapi dengan bentuk anatomi tubuh yang berbeda antara laki dan perempuan, pemilihan sadel pun harus lebih spesifik.

Biasanya sadel untuk perempuan mempunyai bentuk yang lebih lebar dan cutout yang lebih lebar. Perempuan memiliki pinggul yang lebih lebar dari pria. Sehingga Q angle 2-3 derajat lebih besar daripada pria.

Berbagai jenis sadel diproduksi untuk kenyamanan bersepeda. (Foto: Adiguno)

Tulang paha perempuan lebih miring apabila dibandingkan dengan pria. Meski begitu, perempuan tidak harus memiliki sadel yang lebih besar dibandingkan pria. Walaupun perempuan memiliki proporsi seat bone dan pinggul lebih lebar tapi bentuk tubuh perempuan cenderung lebih kecil.

Yang perlu diperhatikan adalah posisi seat bone. Ini adalah bagian dari tulang tubuh kita yang dipakai untuk menumpu berat badan ketika dalam posisi duduk.

Tidak hanya setiap orang memiliki bentuk dan jarak seat bone berbeda, posisi tubuh ketika bersepeda tegak, menunduk, atau posisi aero akan membuat posisi seat bone berbeda.

Biasanya sadel untuk perempuan mempunyai bentuk yang lebih lebar dan cutout yang lebih lebar. (Foto: Istimewa)

Juanita Dewiana, RETUL profesional bike fitter di Specialized Concept Store Bintaro menekankan bahwa jarak seat bone akan digunakan sebagai parameter utama menentukan sadel yang sesuai.

Ada alat khusus berupa flexible TPU (Thermoplastic Polyurethane) yang dipakai untuk menghitung ukuran dan jarak seat bone. Lebar sadel yang kita pilh harus lebih lebar daripada seat bone kita. Lebar sadel = lebar seat bone + X.

X adalah jarak yang direkomendasikan oleh merek sadel tertentu. Tapi secara umum adalah sebagai berikut:

Jarak seat bone 10 – 12 cm menggunakan sadel lebar 140 – 145 mm
Jarak seat bone 12 – 14 cm menggunakan sadel lebar 150 – 155 mm

Juanita (kiri) saat melakukan bike fitting. (Foto: Istimewa)

Juanita juga menekankan perlunya perhatikan area sadel cutout untuk para perempuan. Cutout adalah lubang atau cekungan di tengah sadel. Salah satu sadel yang diproduksi untuk perempuan adalah Specialized Power Mimic.

Dengan panjang sadel 24 cm dan bagian tengah ada cekungannya membuat tekanan di bagian genetikal perempuan berkurang. Sehingga membuat lebih nyaman gowes long distance.

“Bahkan beberapa klien saya mengatakan sadel ini enak seperti ada yang topang bagian genital kita,” kata Juanita yang pernah selama tujuh bulan merasakan penderitaan akibat salah memilih sadel.

Q Angle antara laki-laki dan perempuan.

Selain Power Mimic, ada juga sadel merek EC90 yang memiliki bentuk mirip dengan Power Mimic. “Saya cocok menggunakan sadel EC90 karena lebih pendek dibandingkan dengan sadel lama,” ujar Maya Anggraeny, anggota Women Cycling Community Surabaya.

Selain dua merek itu, produsen sadel asal Italia, Fizik juga mengeluarkan sadel khusus perempuan dengan tipe Fizik Donna. Meskipun ada banyak pilihan sadel untuk perempuan, sebaiknya dicoba mana yang paling cocok.

Juanita juga menambahkan, jangan pernah malu berdiskusi dengan cyclist perempuan lain. Bila perlu saling pinjam sadel.

"Siapa tahu si A sudah beli sadel merek tertentu ternyata kurang cocok. Lalu dipinjam oleh B dan ternyata cocok. Jadi bisa dijual daripada penuhin gudang,” kata Juanita lantas tertawa.