Terungkap, Sederet Pemain Arsenal Pesta Gas Berbahaya

07 Dec 2018 14:30 Liga Inggris

Video mengejutkan memperlihatkan sederet bintang Arsenal sedang berpesta hippy crack, dengan meminum vodka dan sampanye di ruangan VIP sebuah klub malam di London.

Ini bukan rekayasa, melainkan kejadian yang sebenarnya yang berlangsung pada Agustus lalu, atau beberapa hari sebelum kompetisi Premier League musim 2018 diputar.

Dari video yang diambil, tampak sejumlah bintang Arsenal macam pemain depan asal Gabon Pierre Emerick Aubameyang (29), striker Prancis Alexandre Lacazette (27), Mesut Ozil (30), penyerang Bosnia Sead Kolasinac (25), pemain muda Prancis Matteo Guenduozi (19) dan beberapa pemain lainnya berada di pesta tersebut.

Mereka tampak duduk di sebuah sofa mewah dengan tabung gas nitro oksida yang berbahaya. Gas tersebut diisikan ke dalam balon yang kemudian dihisap oleh beberapa pemain.

Seperti dilansir dari The Sun, Ozil, Lacazette, Aubameyang sang pencetak gol terbanyak Premier League saat ini, Kolasinac dan Guenduozi, terlihat menghisap gas berbahaya ini.

Ozil tampak pusing dan mengusap wajahnya setelah menghisap balon tersebut. Begitu juga dengan Lacazette, dan Aubameyang. Mereka sempat kehilangan kesadaran usai menghirup gas dari balon yang mereka pegang.

Efek lebih parah ditunjukkan Guendouzi yang pingsan dan tak sadarkan diri sepenuhnya di atas sofa dengan posisi miring. Tak seperti pemain lain, pemain muda Prancis berambut pudel itu roboh dan tak bisa berdiri lagi.

Selain mereka, ada dua pemain The Gunners lainnya, Henrikh Mkhitaryan (29) dan Skodran Mustafi (26). Namun kedua pemain itu terlihat tidak menggunakannya. Gelandang Armenia ini bahkan menolak ketika mendapat tawaran dari Ozil.

Pesta itu kabarnya melibatkan 70 wanita cantik yang diundang secara khusus untuk mengikuti pesta liar tersebut. Konon pesta ini berakhir jam 4 pagi dengan tagihan untuk masing-masing pemain ini sekitar 25.000 dan 30.000 poundsterling.

Seorang sumber yang berada di dekat pesta itu mengaku kaget dengan apa yang dia lihat.

“Mereka lepas dari gas, beberapa dari mereka tampak pingsan. Itu cukup liar," katanya.

“Özil melihat keluar pada satu titik. Dia mengambil balon itu dan menghisapnya, kemudian tampak kehilangan kesadaran dan meluncur turun di kursinya," tambahnya.

“Pemain muda dengan rambut keriting (Guendouzi) itu juga didorong untuk bermain dan efeknya bahkan lebih buruk. Dia menghirup gas kemudian pingsan sepenuhnya dan merosot ke satu sisi sofa," terangnya lagi.

Jika fans Arsenal melihat rekaman video tersebut, fans Arsenal tentu akan mengernyitkan dahi. Lebih-lebih bos Arsenal Unay Emery yang dikenal sangat disiplin jika terkait dengan apa yang dikonsumsi para pemainnya.

Besar kemungkinan pelatih asal Spanyol itu akan menjatuhkan sanksi denda kepada para pemainnya setelah mengetahui ulah para pemainnya itu.

Maklum, jangankan gas nitro oksida yang bisa membawa efek halusinasi, tak sadarkan diri, bahkan kematian, mengonsumsi jus buah saja dilarang oleh bos Arsenal ini.

Pada awal musim lalu, Emery melarang pihak klub menyediakan jus buah untuk para pemainnya karena dianggap mengandung terlalu banyak gula.

Sumber klub mengatakan, “Jika Emery tidak senang dengan para pemainnya minum jus buah, Tuhan tahu bagaimana perasaannya tentang mereka menggunakan hippy crack dan meminum vodka. Kejadian ini memang sudah berlalu cukup lama, dan sekarang mereka berjalan dengan baik, tapi dia pasti tidak bisa mengabaikan perilaku semacam ini, terutama para pemain senior,” katanya.

Jika Emery marah tentu sangat wajar, karena laju Arsenal sempat berjalan lambat di awal musim. Bahkan mereka harus menelan dua kekalahan beruntun sepekan berikutnya, 0-2 dari Manchester City di kandang, dan tumbang 2-3 dari Chelsea pada laga tandang 18 Agustus 2018 lalu.  

Gas nitro oksida ilegal jika digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dalam prosedur penanganan medis untuk masalah gigi, namun menjadi berbahaya bila disalahgunakan oleh orang-orang yang bersuka ria mendambakan euforia. Karena menyalahgunakan nitro oksida dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan telah dikaitkan dengan setidaknya 17 kematian.

 

Memiliki gas ini memang bukan ilegal, namun penjualannya dilarang di Inggris dan Wales bagi orang di bawah usia 18 tahun karena sangat berisiko bila menghirupnya.(Nas)

Reporter/Penulis : Rizal A


Bagikan artikel ini