Menteri Kesehatan (Menkes) Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi, positif Covid-19. (Foto: Istimewa)
Menteri Kesehatan (Menkes) Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi, positif Covid-19. (Foto: Istimewa)

Tertipu Ramuan Sihir, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Ngopibareng.id Internasional 24 January 2021 11:50 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi mendukung ilmu sihir dan racikan ramuan ajaib dari dukun setempat. Ia pun memperlihatkan ke publik minum ramuan tersebut untuk menangkal virus corona atau Covid-19.

Dikutip dari AFP, Pavithra Wanniarachchi sempat melakukan ritual menuang ramuan tersebut ke sungai di Sri Lanka, pada November 2020 lalu. Belakangan terungkap, ramuan itu berisi campuran madu dan pala.

Ironinya, ramuan ajaib itu ternyata tak mampu melindungi Pavithra Wanniarachchi dari infeksi virus asal Kota Wuhan, China itu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Sri Lanka mengumumkan sang menteri positif Covid-19, pada Jumat 22 Januari lalu. Kini, Pavithra Wanniarachchi tengah menjalani isolasi mandiri.

"Hasil tes antigennya menyatakan positif. Dia diminta untuk mengisolasi dirinya sendiri. Semua kontak langsungnya telah dikarantina," tutur seorang pejabat Kementerian Kesehatan Sri Lanka.

Tak hanya Pavithra Wanniarachichi, seorang menteri junior yang juga meminum ramuan dari dukun yang sama, turut dinyatakan positif corona pada awal pekan ini. Sebetulnya, para dokter di negara itu telah menegaskan bahwa tidak ada dasar ilmiah ramuan ajaib bisa menangkal virus corona.

Para dokter setempat memastikan hingga saat ini belum ada obat mampu melindungi atau menyembuhkan dari Covid-19. Namun, masyarakat setempat yang masih percaya dukun justru nekat melanggar protokol kesehatan.

Ribuan orang berdesak-desakan untuk mendapatkan ramuan dari seorang tukang kayu bernama Dhammika Bandara. Ia mengklaim sebagai orang suci. Pemerintah Sri Lanka tidak menindak Dhammika Bandara. Area rumahnya dijaga ketat agar tidak terjadi kerumunan.

Sri Lanka yang berpenduduk 21 juta jiwa itu telah menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin corona buatan AstraZeneca-Oxford. Kasus corona di Sri Lanka tembus 57.000, dengan 278 kematian. Angka tersebut melonjak drastis sejak Oktober 2020. Sebelumnya, Sri Lanka hanya melaporkan 3.300 kasus corona dan 13 kematian.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 06:58 WIB

Messi Bintang Lapangan, Barcelona Raih 3 Poin di Markas Sevilla

Liga Spanyol

Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Barca menumbangkan Sevilla 2-0

28 Feb 2021 06:25 WIB

Verona Gagalkan Kemenangan Juventus

Liga Italy

Verona berhasil menahan imbang Juventus 1-1.

28 Feb 2021 05:50 WIB

Dipenjara 20 Hari, Nurdin Ngaku Tak Tahu Suap: Demi Allah!

Korupsi

Nurdin Abdullah melimpahkan kesalahan kepada Sekretaris PUPR Sulsel.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...