Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (tengah) berfoto dengan kelompok Maluku Satu Rasa (M1R) di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, pada Kamis 13 Februari 2020. (Foto: Fariz/Ngopibareng.id)

Anggota Tewas Dikeroyok, Ini Tuntutan Ormas Maluku ke Risma

Surabaya 13 February 2020 18:23 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kehadiran kelompok masyarakat Maluku, yang tergabung dalam organisasi Maluku Satu Rasa (M1R) di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Kamis 13 Februari 2020.

Pertemuan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan menjaga keamanan Kota Pahlawan usai insiden bentrokan antar kelompok masyarakat di diskotek Pentagon di Jalan Tegalsari, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Insiden tersebut memakan korban seorang pemuda Maluku bernama Glen Poetiray dan dua orang mengalami luka-luka. Kejadian ini mendapat respon balasan dari M1R dengan melakukan serangan balasan merusak gedung hiburan malam tersebut.

"Kita di sini cuma datang untuk minta Mama Risma untuk bantu kita mengawal permasalahan ini sampai tuntas. Kita ingin pelakunya harus ketemu," ungkap Wakil Ketua MIR, Rais Laitupa, saat ditemui usai pertemuan dengan Risma.

Menurut dia, kasus yang sudah berlangsung hampir satu minggu ini masih belum jelas dan butuh dukungan pemerintah dan aparat keamanan untuk mengungkap kebenarannya.

"Kita selama ini merasa digantung, abu-abulah karena masih belum jelas pelakunya belum ketangkap. Pertemuan ini intinya kita mnecari dukungan untuk mencari kebenarannya," imbuh Rais Laitupa.

Karena itu, M1R menuntut kepada Pemkot Surabaya untuk sementara waktu menutup tempat hiburan tersebut sampai ditemukan siapa pelaku utamanya.

Menanggapi curhatan itu, Risma menyampaikan komitmennya untuk dapat membongkar kasus tersebut demi menjaga keamanan Kota Surabaya. Bahkan, ia akan melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian untuk segera mengungakap kasus.

"Saya tidak ingin ada kejadian lain yang terjadi karena kalau sudah persatuan kuat, bahaya sekali kalau ada orang niatnya jelek. Saya tidak ingin ada konflik dan korban lagi," ujar Risma.

Terkait kebijakan bagi tempat hiburan malam, lanjut Risma, tidak ada perubahan karena sesuai dengan prosedur yang ada. Diskotek Pentagon memang sudah ditutup sejak beberapa hari lalu usai insiden tewasnya Glen Poetiray.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 22:15 WIB

Nyadran, SAH Nyekar ke Makam Seniman di Surabaya

Pilkada

Ia ingin warga surabaya ingat dengan kesenian di Kota Pahlawan.

08 Aug 2020 21:45 WIB

Lima Orang Positif Covid-19, PN Surabaya Lockdown

Surabaya

Total sudah tujuh orang terpapar Covid-19.

08 Aug 2020 21:42 WIB

Kepemimpinan Ganjar Dinilai Penuh Inspirasi

Nusantara

Penilaian disampaikan Helmi Yahya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...