Pertunjukan Teater Lingkar dengan judul Mamasura Kota II : Distopia. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Teater Lingkar Surabaya Ajak Masyarakat Melek Informasi

Seni dan Budaya 14 August 2019 17:05 WIB

Teater Lingkar, Stikosa-AWS Surabaya, mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi melalui seni teater di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 14 Agustus 2019.

Dalam pementasan berjudul 'Mamasura Kota II : Distopia', teater Lingkar ingin masyarakat lebih melek informasi. Sebab saat ini liarnya kabar bohong (Hoaks) kian meresahkan. Tidak sedikit pula yang telah termakan dan mempercayai informasi tersebut tanpa harus tabayun (klarifikasi).

"Dalam pementasan ini, kami mencoba menghadirkan kenyataan-kenyataan yang terjadi untuk mengingatkan kembali masyarakat agar lebih waspada," kata Nanda Esa selaku Pimpinan Produksi Mamasura Kota II : Distopia.

Menurutnya, secara tidak sadar penyebaran informasi yang bebas dan masif kini semakin sulit untuk dikendalikan. Egois manusia pun juga tersebar lewat informasi yang hanya menguntungkan beberapa pihak.

"Kita tahu bahwa informasi kini semakin mudah disebarkan dan sangat besar potensi untuk memanipulasi sebuah informasi. Berita hoax tersebar dengan mudah dan cepatnya. Karena kurangnya pengetahuan atau kurang waspadanya masyarakat, maka dengan mudah mereka mempercayai informasi yang masuk,” lanjut dia.

Selain itu, Iqbal Jazuli selaku sutradara, mengatakan bahwa dalam naskah ini kami ingin mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah dikendalikan oleh ego manusia.

“Distopia itu sendiri merupakan ruang imajiner dalam pikiran manusia. Sebuah tempat yang bahkan tidak pernah diharapkan dalam kenyataan. Tempat penuh dengan Mamasura atau iblis penyebab ke-egoisan,” tambah Iqbal.

Iqbal berkata, naskah ini mencoba untuk menghandirkan apa yang kami lihat ke atas panggung. Mulai dari propaganda, doktrinasi, pencucian otak, hingga perundungan, kami kemas dalam sebuah pertunjukan berdurasi 60 menit.

Ia menambahkan, saat manusia telah mempersilahkan ego untuk menguasai diri mereka, maka Distopia tidak akan hadir sebagai ruang imajiner saja, namun akan menjadi sebuah tempat yang nyata. Tempat yang benar-benar tidak pernah diharapkan untuk ada dalam kenyataan.

“Dengan pementasan ini, kami berharap penonton mampu menyadari kehadiran ego dalam diri mereka, namun tidak membuat ego itu sendiri menguasai mereka sehingga Distopia yang tidak pernah kita harapkan tidak akan pernah ada," ucap dia.

Seperti diketahui, Teater Lingkar Surabaya sudah berusia 22 Tahun. Pentas produksi Mamasura Kota II : Distopia ini merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalies Teater Lingkar Surabaya yang ke-22.

Teater Lingkar Surabaya sering mengangkat soal permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di sekitar lewat pertunjukan teater.

Teater Lingkar Surabaya mencoba untuk mengaplikasikan hasil studi ilmu komunikasi yang mereka dapatkan untuk kemudian disuguhkan kepada masyarakat sebagai sebuah edukasi.

Beberapa naskah pernah dipentaskan Teater Lingkar Surabaya yaitu Kursi Rimba, Srawung, Malam Botak dan Pleidoi Setan.

Penulis : Haris Dwi

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 07:50 WIB

The Show Must Go Down

Arif Afandi

Mebandingkan kampanye pencegahan Covid di Yogyakarta dan Surabaya.

01 Jun 2020 22:18 WIB

Menjaga Psikis Anak di Tengah Pandemi dengan Berbagi Mainan

Surabaya

Kegiatan ini diprakarsai oleh Komunitas Cokro Bergerak dan IKA Stikosa AWS

16 May 2020 15:36 WIB

IKA Stikosa AWS dan Cokro Bagi-bagi Dolenan

Surabaya

Dampak pandemi COVID-19  juga terasa pada anak yang harus belajar di rumah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...