Mantan Pebulutangkis Dunia, Taufik Hodayat. (Foto: Ant)

Taufik Sebut Banyak Tikus di Kemenpora, KPK: Silakan Laporkan

Korupsi 14 May 2020 20:57 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora).

Hal ini disampaikan Plt Jubir KPK, Ali Fikri menanggapi pernyataan Taufik yang juga mantan Wakil Ketua Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) yang menyebut ada banyak "tikus" di Kemenpora.

"Jika yang bersangkutan mengetahui ada dugaan tindak pidana korupsi, silahkan laporkan kepada KPK dengan data yang dimiliki baik melalui Dumas maupun call center 198. Selanjutnya KPK akan melakukan telaahan dan verifikasi lebih lanjut terhadap data tersebut," kata Ali seperti dilansir Antara, Kamis, 14 Mei 2020.

Diketahui, KPK sedang mengusut kasus dugaan suap dana hibah KONI. Saat ini mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum sedang menjalani proses persidangan.

Dalam persidangan pada Rabu, 6 Mei 2020 lalu, Taufik Hidayat yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi mengakui menjadi kurir penerima uang untuk Imam.

Taufik mengaku mendapat pesan dari Tomy Suhartanto, Manager Perencanaan Satlak Prima Kempora yang menitipkan uang Rp 1 miliar untuk diserahkan ke Ulum. Taufik pun menyerahkan uang itu ke Ulum di garasi kediamannya.

Terkait pengakuan Taufik ini, Ali memastikan KPK akan mendalami lebih lanjut. Namun, Ali menekankan, pengembangan suatu perkara tindak pidana korupsi harus didasari bukti-bukti yang cukup.

"KPK tentu akan mengembangkan lebih lanjut terkait perkataan tersebut, sepanjang berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum di persidangan setelah dilakukan analisa ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka," kata Ali.

Sebelumnya, saat menjadi tamu dalam tayangan "Buka Mata Loe! Semua Koruptor!? Taufik Hidayat Nekat Bicara!!" di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Senin, 11 Mei 2020, Taufik mengatakan bahwa olahraga di Indonesia tidak akan maju siapa pun menterinya karena korupsi di Kempora sudah mendarah daging. Bahkan, Taufik menyebut banyak 'tikus' yang bersemayam di Kempora.

"Saya bilang, mau menteri siapa pun, kalau nggak diganti separuhnya, olahraga akan begini terus, enggak bakal bisa maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget," kata peraih medali emas Olimpiade 2004 itu. (ant)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Jul 2020 06:59 WIB

Napoli Vs AC Milan: Penalti Kessie Selamatkan Milan

Liga Italy

Napoli Vs AC Milan berbagi poin di San Paolo.

13 Jul 2020 06:49 WIB

Gus Kamil, Pewaris Jalan Politik Kiai Maimoen Zubair

Tokoh

Sebagai Ketua DPRD Rembang, tetap mengajar di Pesantren Al-Anwar

13 Jul 2020 06:46 WIB

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Internasional

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman disebut sebagai tersangka utama.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...