Tak Hanya Ubah Tampilan, Facebook Pikirkan Ganti Produk Layanan

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 29 March 2018 06:43 WIB

Krisis Analytica Cambridge yang membuat saham Facebook anjlog, betul-betul membuat pusing perusahaan bigdata yang bermarkas di Amerika ini. Mereka kini sedang memikirkan untuk membangun model layanan baru atau sekadar memperbaiki tampilan.

''Kami akan menggunakan alat dan pendekatan kami secara cermat. Jika data tidak membantu orang, kita tidak boleh menggunakannya,'' kata Chief Product Officer Facebook, Chris Cox seperti dikutip BuzzFeed News, Kamis (29/3/2018).

Pernyataan Cox ini menunjukkan bahwa Facebook belum membuat keputusan final untuk mengatasi kebocoran data pribadi pengguna. Dia hanya mengatakan bahwa selama seminggu terakhir, pihaknya telah melampaui perkembangan yang baik.

 

Kebocoran data facebook yang digunanan Analytica Cambridge untuk kampanye Donald J Trump itu ibarat badai bagi founder dan owner Facebook Mark Zuckerberg. Bahkan, pria muda kaya raya itu memasang  iklan minta maaf satu halaman penuh di sembilan surat kabar Inggris dan Amerika Serikat (AS).

“Kami bertanggung jawab melindungi informasi Anda. Jika kami tidak bisa, kami tidak pantas mendapatkannya,” Tulis Zuckerberg sebagai judul iklan tersebut. We have responsibelity to protect your information. If we can't we donit deserve it.

Iklan itu beredar di enam surat kabar ternama Inggris, termasuk Mail on Sunday, The Sunday Times dan The Observer – yang membantu membongkar kabar itu – serta New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal.

Untuk kali pertama, perusahaan menimbang-nimbang apakah harus membangun kembali produknya dengan cara yang lebih sedikit mengurangi data pengguna atau terus dengan model penghisap data seperti saat ini. 

 

Sebelumnya, COO Facebook Sheryl Sandberg sempat menegaskan jika ada perubahan berarti dalam produk layanan. "Kami percaya kami dapat mengoperasikan bisnis kami dengan model bisnis kami saat ini," tuturnya kepada CNBC.

Cox menyarankan agar Facebook akan terus  bergantung pada data untuk produk dan layanannya. "Kami ingin memahami data mana yang memberi orang pengalaman hebat dalam iklan, umpan, pencarian, perpesanan, dan sistem relevansi," kata Cox. "Di atas itu, kita harus jelas tentang bagaimana data digunakan, dan menawarkan cara mudah untuk mengendalikannya."

Sejauh ini, Facebook hanya membuat beberapa perubahan kecil dalam menanggapi krisis Cambridge Analytica. Belum terlihat apakah itu hanya akan memperbarui fasad platform, atau apakah itu akan membangun kembali layanannya dari bawah ke atas. Mengacu pada pengumuman pusat privasi Rabu, Cox mengindikasikan langkah-langkah tambahan sedang dilakukan. "Ini hanya langkah kecil," katanya. "Masih banyak lagi yang akan datang." (azh)

Penulis : Azhari

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Nov 2020 02:27 WIB

Kisah Kecil tentang Ibrahim ibn Thahman, Catatan Ulil Abshar

Khazanah

Cenderung menolak sifat-sifat Tuhan yang bernada antropomorfis

24 Nov 2020 18:02 WIB

Pemilik Akun Sahab Aras Manik di Facebook Dijerat Pasal Berlapis

Kriminalitas

HHG, pemilik akun Sahab Aras Manik di Facebook djerat pasal berlapis.

22 Nov 2020 11:20 WIB

Biden Gantikan Trump, Akun @POTUS Twitter juga Ganti Pemilik

Aplikasi

Akun @POTUS di Twitter dan Facebook diseerahterimakan pada Joe Biden.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...