Salah satu penjual baju Cheongsam, Erni Sugiani saat menjajakan barang dagangannya di Jalan Martadinata, di depan Kawasan Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang (Theo/ngopibareng.id)

Jelang Imlek, Pendapatan Pedagang Baju di Malang Turun

Ekonomi dan Bisnis 14 January 2020 15:10 WIB

Menjelang perayaan Imlek pada 25 Januari 2020, pernak-pernik Imlek ramai dijajakan pedagang di kawasan Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang. Namun, pendapatan mereka disebut tidak seramai tahun lalu. Adanya toko online serta kalender masuk sekolah, diduga mempengaruhi turunnya pendapatan pedagang.

Erni Sugiani, seorang pedagang baju cheongsam mengatakan telah berdagang sejak beberapa terakhir di Jalan Martadinata, di depan Kelenteng Eng An Kiong. Menurutnya pembeli barang dagangannya, tidak seramai Imlek tahun lalu.

"Harusnya setiap imlek ramai. Saya, Imlek kurang satu bulan biasanya sudah ramai. Nggak tahu, tahun ini kok sepi. Mungkin karena ada jual-beli online. Turunnya hampir 50 persen," ujarnya pada Selasa 14 Januari 2020.

Erni menjual baju cheongsam dengan harga mulai Rp55 ribu sampai Rp110 ribu. Mulai dari baju anak-anak hingga orang dewasa.

Ia mengaku berjualan baju sejak 7 tahun silam. Ia mengingat, omzet penjualan baju cheongsam pada tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp20 Juta dalam sepekan.

Sementara, pada Imlek tahun ini, ia hanya mendapatkan omzet Rp2 juta dalam satu minggu.

"Dulu sehari bisa sampai 20 sampai 30 baju. Kalau sekarang paling banyak 10 baju. Bahkan pernah sehari itu cuma laku 1 baju," ungkap perempuan berusia 38 tahun tersebut.

Erni sendiri belum berkeinginan untuk menjual bajunya melalui sistem online. Pasalnya ia belum mengerti mekanisme jual beli barang secara online."Anak saya yang SMK itu juga enggan mengurus jual beli online. Ribet, mending ya jualan gini aja rezeki udah ada yang ngatur. Semoga saja H-7 nanti ramai," harapnya.

Selain itu, kalender masuk sekolah yang berdekatan dengan Imlek, menurutnya juga berpengaruh pada omzet jualannya. "Ini kan dekat waktu masuk sekolah mungkin masyarakat lebih memilih menyiapkan untuk beli seragam, tas dan lain-lain," ucapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli baju cheongsam, Santi Yulistina, mengaku tidak setiap tahun membeli pernak-pernik Imlek. "Tidak setiap tahun beli, kebetulan saja tahun ini ingin beli untuk anak saya yang paling kecil," ungkapnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 May 2020 17:59 WIB

Soal Kampung Tangguh, Mabes Polri Tinjau Langsung ke Malang

Jawa Timur

Angka penyebaran Covid-19 turun dengan adanya Kampung Tangguh.

29 May 2020 17:45 WIB

PSBB Malang Raya Segera Usai, TNI dan Polri Segera Diturunkan

Jawa Timur

Untuk memastikan masyarakat terapkan protokol kesehatan.

29 May 2020 17:35 WIB

Movievaganza Trans7: Tunnel, Terjebak di Reruntuhan Terowongan

Film

Film Tunnel mengisahkan Ha Jung Woo bertahan hidup di reruntuhan terowongan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.