Ilustrasi pemeriksaan Saliva Based Testing. (Foto: istimewa)
Ilustrasi pemeriksaan Saliva Based Testing. (Foto: istimewa)

Tahun Depan, Saliva Based Testing Tersedia di National Hospital

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 12 December 2020 13:30 WIB

Pemeriksaan PCR tes mengunakan sampel air liur sudah mulai diterapkan di beberapa negara seperti Jepang dan Singapura. Indonesia juga akan segera menerapkan hal tersebut. Adalah National Hospital Surabaya yang akan membuka layanan tersebut pada awal tahun 2021 nanti.

"Saat ini kami sedang menunggu registrasi dari Kementrian Kesehatan Indonesia. Semoga Januari 2021 sudah bisa berfungsi dan mempercepat screening Covid-19," kata CEO National Hospital, Prof Hananiel Prakasya Widjaya ditemui Sabtu, 12 Desember 2020.

Prof Hananiel menjelaskan, PCR tes berbasis air liur atau Saliva Based Testing ini merupakan pemeriksaan dengan sampel air liur, tentunya hal ini akan memudahkan masyarakat karena tanpa rasa sakit.

"Pemeriksaannya hanya akan membutuhkan air liur sebayak 0,1 liter yang ditampung dalam tabung dan hasilnya akan muncul setelah 6 jam pemeriksaan, lebih cepat dari pemeriksaan PCR biasa," ujarnya ditemui pada acara Hari Jadi National Hospital ke-8, Sabtu, 12 Desember 2020.

Hasilnya bisa lebih cepat, ujar Prof Hananiel, karena mengunakan reagen yang khusus dan mengunakan teknologi baru yang bisa mempercepat waktu extraksi.

"Dalam Saliva Based Testing ada proses yang dilakukan dengan turbo extraksi yang membutuhkan waktu 30 menit. Proses ini, yang mempercepat proses extrasi," jelasnya.

Menurutnya, hasil dari Saliva Based Testing ini juga lebih sensitif dari pemeriksaan PCR biasa. Virus yang sudah akut dan tanpa gejala akan terlihat dalam pemeriksaan Saliva ini.

"Kami sudah uji coba dan hasilnya memang lebih sensitif. Selain itu, sudah banyak penelitian tentang hal ini," imbuhnya.

Untuk biaya, Prof Hananiel mengungkapkan, biayanya akan sama dengan tes PCR biasa yakni berkisar 900 ribu rupiah.

Nantinya bila pemeriksaan Saliva ini sudah dijalankan, perharinya dapat melakukan pemeriksaan pada 3000 orang.

Tak ada persyaratan khusus untuk melakukan Saliva Based Testing ini, hanya saja 30 menit sebelum pemeriksaan tidak boleh makan, minum dan merokok.

Kedepannya, Prof Hananiel pun akan bekerja sama dengan pihak transportasi umum untuk penerapkan pemeriksaan ini guna mempermudah masyarakat.

"Kedepannya kami akan ke arah sana, kami akan bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk menyediakan alat-alat tersebut," tutupnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 22:50 WIB

Eks Suami Jadi Duda Lagi, Wulan Guritno Gugat Cerai Suami Kedua

Gosip Artis

Wulan Guritno gugat cerai suaminya, Adilla Dimitri.

01 Mar 2021 22:35 WIB

Suami Ratu Elizabeth, Pangeran Philip Dilarikan ke RS Jantung

Internasional

Pangeran Philip berusia 99 tahun.

01 Mar 2021 22:20 WIB

Piala Menpora, Persebaya Bertumpu pada Pemain Muda

Liga Indonesia

Persebaya sudah ditinggal 10 pemain andalan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...