Survei Populi: Elektabilitas Prabowo-Sandi Uno Turun Sedikit

07 Feb 2019 19:25 Politik

Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei nasional elektabilitas masing-masing calon pasangan presiden-wakil presiden, Kamis 7 Februari 2019.

Dari hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dengan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi Uno.

Dari rilis hasil survei yang yang diterima ngopibareng.id elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin paska debat pertama pada 17 Januari 2019 belum banyak berubah dibanding hasil survei sebelumnya yaitu sebesar 54,1 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga 29,5 persen.

"Paska debat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin malah meningkat 1 persen, sementara Prabowo-Sandi Uno justru malah menurun sedikit dari survei sebelumnya 29,9 persen sekarang menjadi 29,5 persen," kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan.

Hasil survei juga menyebut sebanyak 78 persen pemilih sudah mantap menentukan pilihannya. Yang memilih Jokowi-Ma'ruf Amin sebanyak 90 persen dan yang memilih Prabowo-Sandi Uno sebanyak 86 persen.

Kemudian dari 54 persen pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin dilihat kategorisasi organisasi Islam paling banyak berasal dari Muhammadiyah sebesar 72 persen, sementara dari Nahdlatul Ulama sekitar 56 persen.

"Kalau pasangan Prabowo-Sandi pendukung organisasi Islam paling besar adalah Front Pembela Islam (FPI) dengan 100 persen, dan kedua berasal dari Persatuan Islam sebesar 64 persen," katanya.

Populi Center dalam surveinya juga mengukur tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang mencapai 68 persen puas. Tingkat kepuasan pemilih terhadap pemerintahan Jokowi ini meningkat dibanding survei sebelumnya yang hanya mencapai 66 persen. Sementara yang tidak puas menurun dari 29 persen menjadi 28 persen.

"Hasil-hasil ini relatif identik dengan hasil mayoritas lembaga survei lain yg selama ini sudah beredar," kata Dimas.

Lanjut Dimas, dibandingkan dengan perolehan 2014, persentase pemilih Jokowi tidak mengalami perubahan yaitu 53 persen. "Justru terjadi penurunan persentase perolehan Prabowo secara signifikan dari 46 menjadi 30 persen," katanya. (wit)