Menko Polhukam Wiranto

Surat Permohonan Kivlan Zen, Wiranto: Proses Hukum Jalan Terus

Politik 13 June 2019 17:10 WIB

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut hingga saat ini belum ada surat masuk terkait permohonan tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata Kivlan Zen.

"Saya belum baca ya. Belum tahu, (suratnya) belum sampai ke saya," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019 seperti dikutip Antara.

Meski demikian, lanjut mantan Panglima ABRI, proses hukum akan tetap ditegakkan pada siapa pun. Tidak ada satu pihak pun yang kebal hukum bisa berbuat sesuka hati melanggar pidana.

"Kemarin sudah saya tegaskan bahwa biar lah proses hukum itu berlanjut, biar saja. Jadi kita kan sudah sepakat bahwa kita akan melakukan tindakan tegas, lugas, tanpa pandang bulu untuk siapa pun yang kita duga melakukan pelanggaran hukum," kata Wiranto.

Oleh karena itu, Wiranto meminta masyarakat bersabar terhadap proses hukum yang berjalan. Sehingga untuk saat ini belum dinilai masih terlalu dini untuk mengumumkan kepada publik siapa dibalik kerusuhan 21-22 Mei, sebab proses penyidikan masih terus berjalan.

"Saya waktu itu berjanji untuk satu demi satu menyebut siapa saja aktor-aktornya. Jadi jangan sampai disalahtafsirkan bahwa langsung dalang kerusuhan dalam 1-2 hari bisa langsung diungkap, itu tidak bisa," katanya.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan makar Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dikabarkan telah mengirimkan surat permohonan perlindungan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto pada 3 Juni lalu.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Yuntri mengatakan surat itu merupakan surat permohonan perlindungan hukum dengan alasan kliennya merasa kondisi saat ini sangat tidak kondusif.

"Kami mengajukan itu (perlindungan untuk Kivlan Zen ke Menhan). Sudah dikirim. Alasannya karena untuk mengatisipasi hal-hal buruk yang terjadi," ujar Yuntri. (ant/wit)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Jun 2020 12:34 WIB

Wiranto Ditusuk Teroris, Wiranto Dapat Kompensasi Rp 37 Juta

Hukum

Kompensasi diajukan LPSK, dan dikabulkan majelis hakim PN Jakarta Barat.

25 Jun 2020 15:06 WIB

Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun, Istrinya 9 Tahun

Hukum

Lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan 11 Juni lalu.

16 Jun 2020 17:52 WIB

Terdakwa Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Hukum

Dua terdakwa lainnya masing-masing dituntut 12 tahun dan 7 tahun.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...