Asap membubung saat pasukan pemerintah membombardir kota yang dikuasai pemberontak Arbin di kantong Ghouta Timur. Sebanyak 29 warga sipil dinyatakan tewas dalam serangan yang dibantu Rusia ini. (foto: amer almohibany/afp)
Asap membubung saat pasukan pemerintah membombardir kota yang dikuasai pemberontak Arbin di kantong Ghouta Timur. Sebanyak 29 warga sipil dinyatakan tewas dalam serangan yang dibantu Rusia ini. (foto: amer almohibany/afp)

Serangan Udara Suriah Dibantu Rusia Tewaskan 29 Warga Sipil di Ghouta

Ngopibareng.id Internasional 21 March 2018 18:43 WIB

Serangan udara dan penembakan menewaskan 29 warga sipil di kota utama daerah pemberontak Ghouta Timur, Suriah di luar Damaskus pada Selasa 20 Maret 2018 kemarin, kata kelompok pengawas yang berbasis di Inggris.

Observatorium HAM Suriah mengatakan bahwa rezim Suriah atau sekutunya, Rusia, melakukan serangan udara di kota utama kantong Douma.

Sebelumnya, pasukan pemerintah Suriah telah bergerak ke benteng pertahanan terakhir di luar Damaskus, sekitar 50.000 warga sipil melarikan diri dari daerah kantong itu ke daerah kekuasaan rezim.

"Eksodus tersebut cukup kacau ... Ada pengeboman yang sedang berlangsung. Ini adalah zona perang," kata juru bicara lembaga kemanusiaan PBB Jens Laerke kepada wartawan di Jenewa.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) pada Selasa juga mendesak untuk melindungi mereka yang melarikan diri dan ratusan ribu warga sipil masih terjebak dalam pertempuran yang "sangat membutuhkan bantuan."(afp/ik/ma) 

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Dec 2020 18:48 WIB

Salah Sendiri

Dahlan Iskan

AS bikin UU larangan perusahaan Tiongkok IPO di negerinya. Kenapa?

25 Nov 2020 07:05 WIB

Suriah dan Afghanistan Memanas, Ledakan Roket Makin Mencekam

Internasional

Kekhawatiran memanaskan situasi di tengah pandemi Covid-19

08 Nov 2020 03:34 WIB

Dua Anak Kecil di Medan Perang Badar, Kisah Tentang Abu Jahal

Khazanah

Kisah haru sekaligus pelajaran dari Tarikh Islam

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...