Produk baru produsen sepeda asal Inggris Factor. Sepeda aero ini belum ada nama resminya. Tapi disinyalir bernama Ostro. (Foto: Istimewa)
Produk baru produsen sepeda asal Inggris Factor. Sepeda aero ini belum ada nama resminya. Tapi disinyalir bernama Ostro. (Foto: Istimewa)

Sepeda Aero Baru Factor Muncul di Criterium du Dauphine

Ngopibareng.id Gowes Bareng 21 August 2020 10:03 WIB

Sepeda-sepeda aero terbaru mulai mendietkan diri. Meringankan diri. Jadi memadukan antara aerodinamika dengan bobot ringan (lightweight). Salah satunya Specialized yang rela “membunuh” aero bike, Venge mereka dan meleburnya dalam Tarmac SL7.

Diklaim SL7 se-aerodinamis Venge tapi masih dalam batasan UCI limit 6,8 kg. Tak mau kalah, Factor, produsen sepeda asal Inggris mempunyai senjata baru. Sepeda aero yang (mungkin) juga ringan!

Belum ada rilis resmi karena memang belum beredar. Tapi sudah tertangkap kamera di luar team bus Israel Start-Up Nation saat di Criterium du Dauphine 2020 lalu.

Sepeda aero ini belum ada nama resminya. Tapi disinyalir bernama Ostro. Terlihat dari data pendaftaran merek Factor di daftar UCI awal tahun 2020.

Berbeda bentuk dengan sepeda aero Factor sebelumnya, One. Sepeda aero baru ini terlihat kombinasi dari Factor One dengan Factor O2 V.A.M lightweight climbing bike. Jadi bisa diklaim sebagai lightweight aero bike.

Secara sepintas, bentuknya hampir mirip dengan Merida Reacto atau BMC Timemachine. Dikombinasi dengan desain toptube Factor O2 V.A.M (‘velocità ascensionale media-average ascent speed)  

Desain toptube Factor O2 VAM velocit ascensionale mediaaverage ascent speed Foto IstimewaDesain toptube Factor O2 V.A.M (‘velocità ascensionale media-average ascent speed). (Foto: Istimewa)

Ini artinya, meskipun secara genre ini adalah sepeda aero tetapi bisa diajak menanjak. Solusi untuk meringankan berat frame adalah menggunakan karbon yang lebih tinggi, high modulus. Tapi bisa juga menghemat bobot dari menguruskan bagian-bagian tertentu.

Seatstay dikuruskan untuk mengejar bobot yang ringan Foto IstimewaSeatstay dikuruskan untuk mengejar bobot yang ringan. (Foto: Istimewa)

Termasuk juga sepeda aero Factor baru ini. Seatstay dikuruskan begitu pula seat tube dan seatpost. Semua didietkan demi mengejar bobot ringan. Berbeda dengan Factor One, sepeda aero baru ini menggunakan tradisional fork dan head tube.

Sayangnya, kita tidak dapat melihat dari foto ini apakah downtube Factor One yang split itu digunakan juga di sepeda aero baru ini.

Tanpa menggunakan bentuk–bentuk unik dari Factor One, bisa mengurangi penggunaan material karbon yang akhirnya mengurangi bobot frame.  

Handlebar stem integrated mirip milik Black Inc dan yang digunakan di Factor O2 VAM. Tapi model ini didesain tanpa ada kabel menjulur. Jadi handlebar stem bersih.

Sepeda aero baru ini menggunakan komponen Shimano Dura-Ace R9150 Di2 dengan Ceramicspeed OSP system. Juga Black Inc tubular wheelset. Ini semua spesifikasi komponen yang digunakan oleh WorldTour team, Israel Start-Up Nation.

Akankah sepeda aero baru Factor ini digunakan oleh Chris Froome di ajang Tour de France 2020?

Penulis : Yudy Hananta

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Dec 2020 14:30 WIB

Berangsur-angsur Pengungsi Gunung Semeru Kembali ke Rumah

Jawa Timur

Dari pagi sampai siang, tercatat hanya sekali guguran lava.

01 Dec 2020 14:24 WIB

Pilihlah Bupati/Wali Kota yang Berkebudayaan

Seni dan Budaya

Kepala Daerah terpilih akan diberi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

01 Dec 2020 14:12 WIB

Bank Tani Sedia Pinjaman Produk Pertanian di Banyuwangi

Teknologi dan Inovasi

Bank Tani melayani simpan pinjam produk pertanian untuk pemberdayaan desa.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...