Paus Fransiskus menyampaikan pesan siaran pagi sendirian  dari kapel Santa Martha di Vatikan, sejak  pandemi virus coronavirus COVID-19. Foto ini disiarkan media Vatikan 23 Maret 2020 lalu.( (Foto:AFP)
Paus Fransiskus menyampaikan pesan siaran pagi sendirian dari kapel Santa Martha di Vatikan, sejak pandemi virus coronavirus COVID-19. Foto ini disiarkan media Vatikan 23 Maret 2020 lalu.( (Foto:AFP)

Seorang Pendeta di Tahta Suci Vatikan Positif COVID-19

Ngopibareng.id Internasional 26 March 2020 16:16 WIB

Seorang pendeta Italia yang bekerja mendampingi Sri Paus Fransiskus`di Tahta Suci Vatikan, dan tinggal bersama dengan Sri Paus, hari ini dinyatakan positif COVID-19 dan segera dirawat di rumah sakit.

Beberapa surat kabar Italia dengan sumber-sumber terkemuka di Vatikan mengatakan pendeta itu telah tinggal selama bertahun-tahun di  Saint Martha.

Sementara Paus Fransiskus saat ini tetap mengisolasi di kediamannya sejak terkena  flu  akhir bulan lalu. Paus Fransiskus, 83 tahun, memiliki ruangan atau kamar di gedung Saint  Martha itu dan membawa makanannya di sana.

Dia juga mengadakan pertemuan pribadi di sana dan kadang-kadang pindah ke perpustakaan Vatikan untuk merekam pesan untuk kemudian disiarkan ke 1,3 miliar umat Katolik di dunia.

Surat kabar La Stampa dan Il Messagro mengatakan pendeta  yang tidak disebutkan namanya itu telah dirawat di Roma dan langkah-langkah telah diambil untuk mensterilkan bangunan.

La Stampa, seperti dikutip Arab News  juga melaporkan bahwa Paus Fransiskus telah "makan sendirian di kamarnya selama beberapa waktu" sebagai tindakan pencegahan.

"Dia menghabiskan banyak waktunya di apartemennya, dan ketika dia bergerak di dalam kediaman, dia menjaga jarak aman yang diperlukan," tulis La Stampa.

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal laporan tersebut.

Situs web resmi Vatikan News mengatakan jumlah orang yang terinfeksi di Kota Vatikan telah meningkat menjadi empat.

Ini termasuk satu orang yang pertama kali dinyatakan positif pada 6 Maret. "Kasus-kasus baru termasuk seorang karyawan kantor barang dagangan dan dua karyawan Museum Vatikan," kata situs berita resmi itu.

Paus Fransiskus yang lahir di  Argentina itu telah menikmati hidup dengan kesehatan yang baik meski kehilangan sebagian paru-parunya ketika masih muda dan menderita linu panggul - suatu kondisi saraf yang menyebabkan rasa sakit di pinggulnya. (nis)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Nov 2020 20:45 WIB

Mahasiswa UK Petra Bikin Meja Belajar dari Limbah Kayu

Teknologi dan Inovasi

Pudo'o, Meja Belajar Serbaguna Buatan Mahasiswa UK Petra dari Limbah Kayu

25 Nov 2020 20:44 WIB

Seni pasca-Trump dan Seniman Kita

Tokoh Lain

Tulisan Bambang Asrini Widjanarko tentang seni pasca-Trump dan seniman kita

25 Nov 2020 20:37 WIB

Jelang Nataru, BI Malang Prediksi Harga Kebutuhan Pokok Naik

Ekonomi dan Bisnis

Terpantau daging ayam dan bawang mengalami kenaikan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...