Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang (Theo/ngopibareng.id)

Pipa PDAM Alami Kebocoran, Pemkot Malang Minta Bantuan PUPR

Jawa Timur 14 January 2020 18:39 WIB

Dampak kebocoran pipa jaringan distribusi air bersih milik PDAM Kota Malang, menyebabkan warga bergantung kepada dropping dari PDAM. Selain bergantung dari dropping dari PDAM, bagi warga yang tinggal di perumahan masih bisa berharap dari tandon air bersih milik pengembang.

Dedy Setya Wibowo warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menyebut jika macetnya pasokan air dari PDAM Kota Malang itu sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat 10 Januari yang lalu. Dan sampai dengan hari ini, perbaikan pipa masih belum bisa dituntaskan.

”Biasanya pagi dan sore ngambil air untuk di tandon. Selain itu, warga di sini ya nunggu dropping dari PDAM itu,” terangnya.

Kata Dedy yang juga menjadi Ketua RT 9, RW 16, Blok GA, Perumahan Bulan Terang Utama, di wilayahnya kurang lebih ada 48 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Namun, dia masih merasa beruntung karena dropping air dari PDAM Kota Malang tidak ada batasan.

Atas kejadian ini, Wali Kota Malang, Sutiaji menyebut jika PDAM Kota Malang sebenarnya sudah melakukan rekayasa jaringan, untuk mengatasi warga yang kesulitan air bersih. Namun usaha, itu belum memberikan hasil yang maksimal. Kurang lebih ada 21 pelanggan PDAM Kota Malang yang masih kesulitan air bersih karena pipa jaringan distribusi milik PDAM Kota Malang yang mengalami kebocoran.

"Pemkot Malang sendiri sudah mencoba melakukan rekayasa jaringan dengan mengambil dari sumber Wendit 1 dan sumber Wendit 2. Untuk memberikan suplai air ke wilayah yang terdampak yaitu Kedungkandang, Bumiayu, Sukun, Gadang dan Sawojajar," kata Sutiaji.

Sutiaji juga mengajukan permohonan maaf kepada warga karena kebocoran pipa itu sehingga menyebabkan warga kesulitan air bersih.

Dia juga menyebut, atas kebocoran pipa jaringan distribusi air bersih ini PDAM Pemkot Malang sudah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penyebabnya, pipa itu sumbangan dari Kementerian PUPR. Sutiaji juga meminta bantuan Kementerian PUPR untuk melakukan rehabilitasi pipa.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 23:56 WIB

Viral, Seorang Ibu Mengamuk Saat Acara Nikahan Anaknya

Nusantara

Jalannya pernikahan pun terhenti gara-gara aksi ibu ini

09 Jul 2020 23:33 WIB

Niat Atraksi Depan Cewek, Pemuda Ini Malah Tersungkur

Hiburan

Gak kebayang malunya

09 Jul 2020 23:16 WIB

Real Madrid Terancam Tanpa Vinicius Junior Saat Jamu Alaves

Liga Spanyol

Vinicius telah menjalani tes ulang untuk memastikan dia positif atau tidak

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...