Reni saat berbincang dengan ngopibareng.id di ruang fraksi PKS DPRD Kota Surabaya. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Pembangunan Sarana Piala Dunia Jangan Jadi Ladang Cari Duit

Politik 30 August 2019 23:59 WIB

Reni Astuti, anggota Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya ingatkan pembangunan sarana dan prasarana untuk Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 jangan sampai menjadi ladang bagi para pejabat Pemerintah Kota Surabaya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Ya, Piala Dunia di Surabaya tidak masalah. Kalau mau bangun yang berkaitan dengan Piala Dunia monggo. Tapi harus dihitung secara cermat, mulai dari keuangan, kemanfaatan, hingga dampak kedepannya. Tidak boleh gegabah, karena ini kan duit rakyat. Jangan sampai jadi tempat 'mata air'," katanya kepada ngopibareng.id, Jumat 30 Agustus 2019 di ruang Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya.

Menurutnya, fraksi PKS di DPRD Kota Surabaya mendukung langkah Pemkot menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, namun pembangunan besar-besaran sarana gelaran Piala Dunia harus dikalkulasi secara benar, baik dari sisi keuangan maupun kemanfaatannya. Jangan sampai sarana dan prasarana yang dibangun dari dana dari rakyat sia-sia.

Reni mengingatkan, pembangunan sarana dan prasarana itu hanya menjadi proyek pejabat untuk mencari keuntungan sendiri. Sudah banyak pejabat Pemerintah Daerah yang diusut oleh PK karena menjadikan proyek pembangunan aset sebagai sumber pemasukan ilegal. "Hati-hati pokoknya. Kan ini duit besar," katanya.

Selain itu, Reni mencontohkan beberapa sarana yang dibangun sia-sia. Setelah gelaran selesai, fasilitas itu justru mangkrak dan tidak bisa dipakai.

“Demi untuk mendongkrak popularitas kota, tapi tidak dipikir dampak selanjutnya. Jadi harus belajar dari kota-kota lain di dunia yang mangkrak. Biar tidak terjadi di Surabaya,” katanya.

Kata Reni, fasilitas-fasilitas yang dibangun, setelah gelaran piala Dunia selesai harus bisa dimanfaatkan oleh rakyat. Sehingga, masyarakat bisa bangga dengan kotanya.

“Sarana prasarana olahraga itu penting. Bisa untuk kompetisi (Piala Dunia). Masyarakat Surabaya bisa dikasih harga murah ataupun gratis. Jadi, rakyat bisa olahraga di tempat itu. Jangan dibuat tertutup atau eksklusif," katanya.

Ia berharap, keputusan Pemkot Surabaya untuk menerima tawaran PSSI sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia, bisa berdampak baik untuk warga Surabaya.

“Yang terpenting itu untuk warga Surabaya. Jangan ujuk-ujuk untuk gelaran saja. Tapi kedepannya harus ada manfaat yang besar bagi warga. Jangan hanya untuk kota dan pejabatnya saja," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:46 WIB

Kurva Covid-19 Tak Turun, Pakar: Jangan Salahkan Jatim

Jawa Timur

Angka kasus bisa dilihat 7-8 hari kemudian.

09 Jul 2020 15:20 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker

Surabaya

Bagi warga yang tidak pakai masker akan disanksi penyitaan KTP.

09 Jul 2020 14:25 WIB

Penerapan Jam Malam, DPRD Surabaya: Itu Langkah Frustasi

Surabaya

Mahfudz menilai kebijakan jam malam Pemkot Surabaya tidak efektif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...