Quraish Shihab: Selesaikan Persoalan dengan Cinta

19 May 2019 05:16 Oase

Penulis buku Tafsir Al-Misbah Prof Quraish Shihab menyatakan, semua makhluk hidup, baik manusia maupun hewan memiliki cinta.

"Semut pun bercinta, binatang pun bercinta, manusia pun bercinta," kata Prof Quraish pada Program Shihab & Shihab pada Selasa 14 Mei 2019 di Intiland Development Tbk Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Namun, menurut Prof Quraish, pada tema yang diusung adalah "Cinta: Jika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (Part 1)" ini, cinta pada diri manusia ini sedang hilang sehingga menjadi persoalan. Sebaliknya, yang ada di hati manusia adalah kebencian dan kejengkelan.

"(Padahal) Semua persoalan bisa diselesaikan dengan cinta: persoalan pribadi, persoalan masyarakat, persoalan politik, persoalan negara, cinta, cinta, dan cinta," ucapnya yang diikuti dengan tepuk tangan hadirin.

"Kalau kita bicara lebih tinggi lagi dalam konteks ini, semua agama, semua agama, sekali lagi semua agama mengajarkan kalau perlu kamu berkorban untuk orang lain," kata Quraish Shihab.

Menurutnya, Islam adalah agama cinta. Hal itu misalnya seperti yang disabdakan Nabi Muhammad:

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Yang artinya: "Tidak beriman (tidak sempurna keimanannya) salah seorang dari kamu sampai dia mencintai orang lain sama dengan mencintai dirinya".

"Kalau kita bicara lebih tinggi lagi dalam konteks ini, semua agama, semua agama, sekali lagi semua agama mengajarkan kalau perlu kamu berkorban untuk orang lain," kata Quraish Shihab.

Namun menurutnya, apabila kamu tidak bisa memperlakukan dia sama dengan memperlakukan dirimu sendiri, maka jangan berbuat jahat kepadanya.

 

"Kalau tidak bisa lagi, gimana? Saya tidak bisa memperlakukan dia sama dengan diri saya, jangan ciderai dia. Kalau anda tidak bisa memuji, jangan memaki dia. Anda tidak bisa menyelamatkan dia, jangan menjerumuskan dia. Kalau Anda tidak bisa memberi dia, jangan mengambil haknya," terangnya.

 

"Itu cinta. Agama semua begitu, ini sekali lagi saya katakan, ini yang hilang dari kita," imbuh pria alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini. (adi)