Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir Sulawesi

10 Jun 2019 16:53 Bencana

Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di beberapa wilayah Sulawesi pada awal Juni 2019. Hingga Senin 10 Juni 2019, puluhan ribu warga masih mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan banjir melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Bencana di beberapa provinsi tersebut menyebabkan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Dari data yang ada, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara mengakibatkan 1.091 KK atau 4.198 jiwa mengungsi. Banjir mengakibatkan  72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara masih melakukan pendataan di lapangan. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 ha, lahan jagung 83,5 ha dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 ha,” kata Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima ngopibareng.id.

Kerusakan fasilitas umum teridentifikasi berupa jembatan, jalan, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan. BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan di Desa Padalerutama juga tidak dapat dilalui karena terendam banjir, begitu juga jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera. Kerusakan bangunan lain berupa 3 unit masjid, 2 unit puskesmas dan 2 unit puskesmas pembantu.

Merespon kondisi di wilayahnya, Bupati Konawe Utara telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Sutopo mengatakan, beberapa upaya penanganan darurat yang telah dilakukan di antaranya dengan pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta pengaktifan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat.

“Menurut BPBD, arus aliran air masih deras sehingga penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir. Selain itu, minim peralatan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, masih di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe juga diterjang banjir. Banjir di Konawe juga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 terdampak.

Bupati Konawe juga telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 5 Juni hingga 11 Juni 2019. “BPBD melaporkan 1 orang meninggal, yaitu bayi berusia 4 hari, pada kejadian ini. Namun demikian, BNPB masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut penyebab kematian bayi tersebut,” kata Sutopo.

Sementara itu, guna mempercepat pengiriman bantuan logistik, BNPN mengirimkan pesawat cargo ke Kendari dengan membawa bantuan pangan seberat 1.086 kg atau senilai Rp 218 juta. Untuk distribusi ke titik pengungsi dilakukan dengan bantuan helikopter.

Sedangkan banjir di Sulawesi Selatan, korban jiwa berdampak pada 1.452 KK. Sejumlah 200 unit rumah terendam dengan lahan sawah yang rusak di 15 desa mencapai 3.676 ha.

Bencana banjir lainnya di Sulawesi Tengah, BPBD Kabuapten Morowali telah melakukan upaya penanganan darurat. Banjir menyebabkan 561 KK di Desa Lele (263 KK) dan Dampala (298 KK) mengungsi. Pascabanjir, kerusakan materiil teridentifikasi sebagai berikut rumah rusak berat 7 unit, rumah terendam 45 unit, dan jembatan putus 1 unit.

Intensitas hujan tinggi yang menyebakan banjir ini telah diprediksikan karena fenomena aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah Samudera Hindia.

BMKG memprakirakan 1 – 5 Juni 2019 potensi hujan lebat di beberapa wilayah, antara lain di wilayah Sulawesi. BMKG juga telah menginformasikan terkait potensi curah hujan tinggi hingga 5 hari ke depan, 11 – 15 Juni 2019.

Wilayah-wilayah dengan potensi hujan lebat pada periode tersebut antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. (man)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini