Mendiang editor Metro TV Yodi Prabowo. (Foto: Dok. Metro TV)
Mendiang editor Metro TV Yodi Prabowo. (Foto: Dok. Metro TV)

Pria Asal Riau Mengaku Pembunuh Editor Metro TV, Ini Faktanya

Ngopibareng.id Nasional 11 September 2020 06:30 WIB

Seorang pria asal Riau tiba-tiba mengaku sebagai pembunuh dari editor Metro TV Yodi Prabowo. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat memastikan pria tersebut tidak ada kaitannya dengan kematian Yodi Prabowo.

"Artinya ada informasi itu kita merespons kita amankan di daerah Riau, setelah dibawa ke sini kita periksa dan memang tidak ada (keterkaitan) dari sisi apanya saja, dari sisi posisi dia dan sebagainya, enggak," kata Tubagus dalam keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 10 September 2020, dikutip dari Antara.

Tidak dijelaskan kapan pria itu diamankan. Polisi mengamankan pria tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat. Polisi juga sempat meminta klarifikasi dari pihak Metro TV terkait informasi tersebut.

"Jadi ada yang meng-upload, dia ribut sama temennya dan kemudian meng-upload 'kamu nggak tahu siapa saya, saya yang terlibat dalam pembunuhan Yodi'," kata Tubagus.

"Ada yang melihat itu lalu melaporkan ke Metro TV karena dia (Yodi) kerjanya di sana. Orangtuanya menyikapi, kami menindaklanjuti dan kemudian mengamankan orang tersebut," sebut Tubagus.

Penyidik pun kemudian memeriksa pria asal Riau tersebut. Hasil pemeriksaan, pria itu dinyatakan tidak terbukti melakukan pembunuhan Yodi Prabowo. Tubagus pun menegaskan penyebab kematian Yodi Prabowo masih sama dengan kesimpulan polisi, yakni diduga bunuh diri.

"Ternyata memang tidak benar dan sudah diklasifikasikan ke orang Metro TV juga kita undang untuk datang. Jadi sampai sekarang kita masih dalam kesimpulan yang pernah saya sampaikan (Yodi Prabowo bunuh diri)," jelas Tubagus.

Seperti diketahui, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Tol JORR di daerah Ulujami, Jakarta Selatan, pada 10 Agustus 2020. Saat itu polisi awalnya menduga Yodi Prabowo menjadi korban pembunuhan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana pun memerintahkan jajarannya membentuk tim khusus guna menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, tim yang bekerja selama dua pekan tersebut menyimpulkan Yodi Prabowo meninggal akibat bunuh diri.

Penyelidikan polisi menemukan sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk bagian leher dan dada Yodi Prabowo berasal dari dirinya sendiri. Hal itu didasari bukti sidik jari dan bukti CCTV yang menunjukkan Yodi Prabowo sendiri yang membeli dan menguasai pisau tersebut.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Oct 2020 10:29 WIB

Cegah Timbulnya Klaster Covid-19, Bawaslu Banyuwangi Terapkan 3M

Rek, Ojok Angel Tuturane

Bawaslu Banyuwangi terapkan 3M cegah Covid-19.

20 Oct 2020 10:29 WIB

Minggat

Dahlan Iskan

Tiongkok siapkan swnjata mutakhirnya menghadapi kejutan Oktober dari Trump.

20 Oct 2020 09:55 WIB

Bursa Calon Pimpinan BPJS Kesehatan Ada Eks Jubir Satgas Covid-19

Nasional

Nama eks Jubir Satgas Covid masuk bursa calon pimpinan BPJS Kesehatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...