Warga Iran yang berunjukrasa sejak 28 Desember 2017. (Foto: Google)

Presiden Iran Rouhani Minta Donald Trump Tak Ikut Campur

Internasional 02 January 2018 12:01 WIB

Presiden Iran mencoba meredakan konflik kekerasan yang terjadi di hampir seluruh wilayah Iran. Dalam aksi demontrasi ini setidaknya mengutip laporan CNN sudah ada 12 orang yang meninggal dalam aksi demontrasi terbesar yang menentang pemerintahan Iran setelah aksi demontrasi pada 2009 lalu.

"Bangsa kita telah menjadi saksi atas peristiwa yang pernah terjadi di waktu yang lampau dan bisa menanganinya. Kejadian ini tak ada
apa-apanya," kata Rouhani dalam pertemuan dengan parlemen pada hari Senin 2 Januari 2018 kemarin. Rouhani menyerukan agar semua aparatnya untuk tetap tenang dalam menghadapi aksi unjukrasa yang terus meningkat.

Seorang pengunjukrasa ditembak polisi pada hari Senin 1 januari lalu. Selain korban tewas dari sisi pengunjukrasa, seorang polisi juga tewas dan melukai tiga lainnya. Penembakan ini terjadi di Najafabad.

Presiden Rouhani juga meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menghentikan serangkaian cuitannya di Twitter yang dianggap mendukung para pengunjukrasa. Sementara Pemerintah Rusia menyebut jika aksi demontrasi yang terjadi di Iran, adalah urusan dalam negeri Iran. "Aksi unjukrasa adalah urusan internal Iran dan intervensi asing tak dapat diterima
dalam masalah ini," sebut Rusia.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Apr 2020 08:25 WIB

Polda Jatim Terima Bantuan 1.700 Disinfektan

Jawa Timur

Akan dibagi ke 39 Polres untuk penyemprotan

24 Mar 2020 20:03 WIB

Pemkot Kediri Manfaatkan RSUD Gambiran Lama Sebagai Ruang Isolasi

Pemerintahan

Antisipasi wabah corona, Pemkot Kediri siapkan ruang isolasi.

22 Mar 2020 11:52 WIB

1.433 Warganya Meninggal Karena Corona, Iran Protes Sanksi AS

Internasional

1.433 warga Iran meninggal karena Corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.