Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Antara/Anita Permata Dewi)

Polri: Tim Pakar Umumkan Hasil Kerjanya Rabu

Nasional 16 July 2019 15:01 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Tim Pakar akan menyampaikan hasil investigasinya terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan pada Rabu 17 Juli.

"Insya Allah akan disampaikan besok," kata Brigjen Pol Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, selama enam bulan bekerja, Tim Pakar telah meminta keterangan sebanyak 73 saksi.

Selain menyampaikan hasil kerja, tim juga akan memberikan rekomendasi ke Polri.

"Polri nantinya akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim Pakar tersebut," katanya.

Dedi menegaskan, Polri berkomitmen untuk mengungkap kasus Novel. Maka itu nanti setelah mengetahui rekomendasi dari Tim Pakar, penyidik akan langsung bergerak menindaklanjuti rekomendasi.

Sepekan lalu, perwakilan Tim Pakar menyambangi Mabes Polri guna menyampaikan laporan hasil kerja Tim Pakar ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk dipelajari sebelum diumumkan ke publik.

Anggota Tim Pakar, Prof. Hermawan Sulistyo mengatakan timnya telah meminta keterangan beberapa jenderal bintang tiga dalam kasus ini. Kendati demikian Hermawan tidak menyebut nama para perwira tinggi itu.

Di awal tahun, tepatnya pada 8 Januari 2019, Kapolri Jenderal Pol Tito membentuk Tim Pakar untuk menginvestigasi kasus Novel. Tim ini beranggotakan 65 orang yang terdiri dari polisi, KPK, pakar, akademisi dan ormas.

Selama enam bulan bekerja hingga 7 Juli 2019, kinerja Tim Pakar diharapkan mampu menguak tabir kasus Novel Baswedan.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Feb 2020 21:20 WIB

Rano Karno Diduga Terima Rp7,5 miliar dari Ratu Atut dan Wawan

Korupsi

Kasus korupsi kakak adik, Ratu Atut dan Wawan ikut menyeret Rano Karno.

21 Feb 2020 20:24 WIB

KPK: Penghentian Perkara di Tingkat Penyelidikan Itu Biasa

Korupsi

Era Pimpinan KPK Jilid V ada 100 lebih perkara dihentikan

21 Feb 2020 16:15 WIB

KPK Hentikan 36 Perkara, Samad : Ini di Luar Kewajaran

Korupsi

Penghentian perkara di KPK harusnya sangat sulit dilakukan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.