Ada Tiga Motif Pembunuhan Mayat dalam Koper

04 Apr 2019 15:07 Kriminalitas

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur tengah memeriksa 13 orang untuk dalami kasus penemuan mayat dalam koper. Mayat ini ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar. Tak lama kemudian, diketahui jika korban bernama Budi Hartanto (28) asal Kediri. 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan 13 orang tersebut di antaranya adalah para orang terdekat, dan orang-orang yang diketahui terakhir bersama korban. 
 
"Kita sudah memeriksa 13 orang. Mereka yang dekat, mereka yang terakhir bersama sama dia (korban) cukup itu, sudah membuka sedikit lah itu," kata Barung, saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis 4 April 2019. 
 
Dugaan sementara, pelaku pembunuhan korban disebut lebih dari satu orang, hal itu berdasarkan dari mayat yang berada di dalam koper dan dibuang di tepi sungai.  
 
"Arah ke sana ada, karena tidak mungkin yang bersangkutan (pelaku) membuang seorang diri, pasti ada yang nyetirin," katanya. 
 
Namun, Barung mengatakan, polisi masih belum bisa mendalami motif pembunuhan yang juga diduga kuat disertai dengan aksi mutilasi itu. Ia mengatakan motif tersebut baru bisa diketahui jika pelaku telah tertangkap.
 
Kini, setidaknya polisi tengah mendalami tiga dugaan motif dalam kasus tersebut. Yang pertama yakni motif asmara, kedua motif dendam, dan ketiga motif ekonomi. 
 
"Begini, motif ini akan kita sampaikan mana kala sudah tertangkap. Tapi ada spekulasi masalah asmara, ada yang berspekulasi masalah dendam, ada yang berspekulasi masalah ekonomi karena sepeda motor hilang, ya barang-barang hilang. Nanti akan kita ungkap setelah kita temukan ini, kita mohon waktu," kata dia. 
 
Barung menambahkan, selain mayat itu ditemukan tanpa kepala ia mengatakan, bahwa terdapat pula sejumlah luka sayatan yang ada di tubuh korban, yakni pada tangan dan leher. 
 
Sayatan itu, kata Barung sedang diidentifikasi polisi untuk mencari tahu fakta dan waktu tepat kapan meninggalnya korban dan sayatan itu terjadi. 
 
"Nah sayatan-sayatan itu, identifikasi lagi bekerja untuk melihat bahwa apakah bekas yang ditinggalkan itu menyangkut dengan lamanya tempo waktu meninggalnya korban dengan waktu sayatan itu terjadi," kata dia. (frd) 
Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini