Stadion Gelora Bung Tomo.

Pohon Besar Jadi Solusi Penghilang Bau di Stadion GBT

Surabaya 02 November 2019 21:17 WIB

Menjelang perhelatan Piala Dunia U-20 2021 masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk memperbaiki seluruh kesiapan.

Salah satunya adalah bau tak sedap dari tumpukan sampah TPA Benowo yang menyebar hingga Stadion Gelora Bung Tomo.

Bau tidak sedap kerap dicium suporter Persebaya yang menggunakan stadion tersebut untuk laga home. Tak hanya itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku juga mencium bau tak sedap ketika sore hari.

Karena itu, Khofifah sempat protes bahkan ingin memindahkan venue pertandingan dari Surabaya ke Kanjuruhan di Malang.

Pakar Tata Kota dan Lingkungan Hidup Institut Teknologi Surabaya (ITS), Prof Putu Rudy mengatakan, bahwa bau sampah tersebut tidak bisa dielakan karena memang ada bau yang pasti tercium. Apalagi, ia mengatakan ada pula faktor seperti kecepatan angin, arah angin yang mempengaruhi bau sampah menyebar.

Selain itu, ia melihat ada yang salah dalam perencanaan tata ruang untuk penempatan TPA dan cara pengelolaan sampah di Surabaya sejak tahap perencanaan.

"Open dumping di Benowo saat ini sudah sangat kuno. Sampah sudah tidak bisa dibuang gitu saja. Harusnya ada layer, setiap dibuang di cekungan sampah ditutupi tanah, bukan lagi ditumpuk. Apalagi surabaya tidak punya lahan cocok untuk dijadikan TPA," katanya kepada ngopibareng.id, Sabtu 2 November 2019.

Karena itu, untuk mengatasi bau sampah, kata Putu Rudy, pemerintah harus menanam tanaman yang sekiranya dapat tumbuh tinggi dan memiliki daun yang rimbun.

"Tidak ada rekayasa lain kecuali secara keilmuan, karena teknik lingkungan butuh waktu dan biaya besar untuk membangun sistem. Paling murah yaitu dengan menanam tanaman yang mampu menyerap bau dan menahan bau," katanya.

Hal senada juga disampaikan Edi Sudjana, dosen Teknik Lingkungan ITS. Menurutnya, penanaman pohon yang dapat tumbuh sangat besar akan mengurangi bau menyengat tersebut.

Ia mencontohkan, setiap kota memiliki bau yang berbeda. Seperti misalnya, Singapura punya bau kota tapi bisa dijaga dengan tamaman yang begitu banyak dan rimbun di seluruh sudut kota.

"Sebenarnya disemprotkan gas bisa saja berkurang. Bau bisa berkurang karena teknologi ada. Yang jelas TPA gak bisa disalahkan. Makanya Bu Risma menambah 35 hektar sekeliling TPA itu bener, tapi harus ada tanaman tinggi-tinggi kayak bambu dan sejenisnya," katanya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Aug 2020 08:13 WIB

Kemarin, Gus Ipul-Khofifah Bertemu Serta 2 Pejabat Pemprov Mundur

Jawa Timur

Berita ngopibareng.id, kemarin.

12 Aug 2020 21:35 WIB

Khofifah dan Gus Ipul Lakukan Pertemuan “Empat Mata“ di Grahadi

Reportase

Pertemuan paling intens setelah Pilgub Jatim 2020.

12 Aug 2020 19:40 WIB

Hari Pramuka, Khofifah Minta Pramuka Jadi Jubir Covid-19

Jawa Timur

Pramuka diminta melantangkan pesan pemerintah menangani Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...