Penyerahan simbolis bantuan sembako untuk pengermudi bajaj di Jakarta oleh PT PGN

PGN Berikan Bantuan Sembako untuk Pengemudi Bajaj

Ekonomi dan Bisnis 14 May 2020 14:38 WIB

Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang kesulitan akibat terdampak Covid-19, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyalurkan bantuan Dapur Umum di Kelurahan Krukut, Jakarta Barat.

Sekretaris Perusahan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan bahwa kegiatan Dapur Umum ini merupakan program pemerintah DKI Jakarta Barat untuk membantu kepada masyarakat yang terkena imbas dari wabah Covid-19 serta memastikan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan.

“Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan sembako seperti beras, mie instan, terigu, minyak goreng, dan sebagainya. Selain itu, pembagian paket sembako juga dilaksanakan di berbagai wilayah yang sampai saat ini sebanyak 400 paket dan akan terus ditambah termasuk bantuan dalam bentuk APD. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan sehari-hari selama masa sulit akibat COVID-19,” kata Rachmat, 11 Mei 2020.

Sebelumnya PGN juga telah memberikan bantuan berupa sarana cuci tangan untuk masyarakat Krukut demi memudahkan masyarakat Krukut mendapatkan kemudahan akses menjaga kebersihan dan kesehatan.

Selain itu, pekerja dengan penghasilan harian adalah salah satu kelompok masyarakat yang cukup terdampak, salah satunya para pengemudi Bajaj dan pengemudi angkutan umum di wilayah Jabodetabek.

Sebagai salah satu bukti kepedulian PGN terhadap komunitas-komunitas pengguna BBG yang terkena dampak pandemi Covid-19, melalui anak perusahaan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), PGN Grup membagikan paket sembako untuk dua komunitas BBG yaitu KOBAGAS dengan anggota pengemudi bajaj & PAKEGAS dengan anggota pengemudi angkot di Bogor beberapa waktu lalu.

“Sebanyak 300 paket sembako berisikan kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula dan mie instan diberikan di beberapa titik. Di antaranya di SPBG Ketapang dan SPBG Bogor untuk mengurangi kontak fisik dan mencegah timbulnya keramaian,” ungkap Rachmat.

Rachmat mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Koordinator Komunitas Bajaj Gas (KOBAGAS), penghasilan normal para sopir bajaj sebelum pandemi berkisar antara Rp 180.000, hingga Rp 200.000 per hari. Kini penghasilan mereka turun hingga 80%, karena tidak adanya penumpang yang menggunakan jasa mereka.

“Sekarang sulit untuk mencari penumpang, hanya satu atau dua orang per hari. Bahkan kadang juga tidak ada sama sekali,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama, Gagas juga membagikan 100 uang elektronik kepada kendaraan yang mengisi BBG di SPBG untuk mempermudah transaksi secara non tunai dan meminimalisir perpindahan uang tunai untuk mencegah bakter dan virus. Pembagian ini secara langsung diberikan oleh Direktur Keuangan Gagas, Eri Surya Kelana.

Rachmat menegaskan bahwa PGN siap untuk terjun meringankan beban masyarakat selama masa darurat Covid-19, baik melalui bantuan sembako maupun alat kesehatan, serta berkontribusi dalam program-program sosial pemerintah untuk penanganan Covid-19.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Aug 2020 20:35 WIB

Camat Tambaksari Manfaatkan Pendopo Kantor untuk Sekolah Daring

Surabaya

Fasilitas wifi untuk warga yang mengaku kesulitan saat sekolah daring.

06 Aug 2020 20:24 WIB

Mesum di Taman, Guru TK Digerebek Satpol PP

Jawa Timur

Kasus mesum ini terkuak atas laporan warga.

06 Aug 2020 20:10 WIB

Polresta Malang Fokus Pendisiplinan Masker Selama 2 Minggu

Jawa Timur

Disiplin masker untuk cegah penularan Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...