Pertama Kali, Menteri Energi Arab Saudi Dijabat Anak Raja Salman

09 Sep 2019 06:45 Internasional

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menunjuk putranya, Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai menteri energi, pada Minggu 8 September 2019.

Pangeran Abdulaziz menggantikan Khalid al-Falih dan menjadi anggota keluarga kerajaan Saudi pertama yang dipercaya menjabat sebagai menteri energi negara pengekspor minyak terbesar di dunia.

Dikutip dari Saudi Press Agency, sejak 1960, Saudi memiliki lima menteri perminyakan dan tidak ada satu pun dari mereka yang menjadi anggota keluarga kerajaan.

Selama ini, Pangeran Abdulaziz merupakan anggota senior delegasi Saudi untuk Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta memiliki pengalaman puluhan tahun di sektor perminyakan.

Pangeran Abdulaziz juga disebut sebagai sosok yang membantu dalam negosiasi perjanjian antara negara OPEC dengan non-OPEC yang berlaku saat ini, di mana pasokan minyak mentah global dipangkas untuk mendukung harga dan menyeimbangkan pasar.

Penggantian posisi ini sudah tercium sebelumnya karena posisi Falih sebagai Chairman Saudi Aramco juga lepas. Posisinya sebagai bos BUMN migas raksasa dunia itu digantikan oleh Yasser Al Rumayyan yang juga memimpin lembaga Sovereign Wealth Fund PIF milik negara.

Para pejabat dan analis perminyakan Saudi memperkirakan, Abdulaziz tidak akan mengubah kebijakan minyak kerajaan maupun OPEC.

"Kebijakan minyak Saudi akan ditingkatkan dengan penunjukan Pangeran Abdulaziz, melalui penguatan kerja sama antara OPEC dan dengan non-OPEC," kata seorang pejabat Saudi kepada Reuters.

"Dia (Pangeran Abdulaziz) adalah seorang teknokrat yang sangat cakap, yang sangat menguasai industri energi," kata Helima Croft, direktur pelaksana RBC Capital Markets.

"Saya tidak berpikir akan ada perubahan besar dalam kebijakan OPEC maupun inisiatif yang lebih luas," tambahnya.

Pangeran Abdulaziz yang berusia 59 tahun merupakan kakak tiri dari Pangeran Mahkota Mohamed bin Salman. Sebelumnya, Pangeran Abdulaziz pernah diangkat sebagai menteri negara untuk urusan energi pada 2017 dan menjadi wakil untuk menteri perminyakan sebelumnya, Ali al-Naimi.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini