Perlu Argumentasi Islam Kuatkan Pancasila, Ini Pandangan Pakar

24 Jan 2019 01:16 Khazanah

Penguatan Pancasila melalui argumentasi keislaman sangat diperlukan dalam situasi Indonesia saat ini. Sehingga dapat mengajak masyarakat, khusunya umat Islam untuk memahami, mengimani, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau alasan penolakan terhadap Pancasila yang merupakan potensi dari ideologi radikal itu karena Islam, maka yang kita lakukan harus sebaliknya, yakni menguatkan Pancasila melalui argumentasi dengan wawasan keislaman," kata Kepala Sekolah Pancasila Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika Syaiful Arif, Rabu 23 Januari 2019.

Arif mengingat kelompok yang menolak Pancasila sebagai dasar negara dengan menggunakan alasan keislaman.

Sebelumnya, Arif tampil pada acara Overview dan Outlook Penanganan Terorisme di Indonesia di Universitas Indonesia Jakarta Pusat, Selasa 22 Januari.

“Ini sebenarnya perlu dikuatkan kembali, sehingga masyarakat atau umat Islam tidak lagi mempertentangkan antara Islam dan Pancasila," kata Syaiful Arif,

Menurutnya, upaya memberikan pemahaman keislaman tersebut sebagaimana yang telah dilakukan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Nah ini sebenarnya sudah dilakukan oleh dua ormas Islam terbesar kita, ketika mereka dihadapkan pada satu pilihan harus menerima asas tunggal Pancasila," ujarnya.

Pada 1983, NU mendeklarasikan tentang hubungan Pancasila dengan Islam. Bagi NU, Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia memang bukan agama, tetapi sebagai cerminan dari nilai agama. Bagi NU, sila pertama dalam Pancasila adalah tauhid, sementara sila kedua hingga ke lima merupakan maqasidusy syariah.

Sehingga kemudian bagi NU, ketika menerima Pancasila sama saja mengimani tauhid dan syariat Islam. Jadi tidak ada alasan bagi NU, bagi umat Islam untuk menolak Pancasila atas nama Islam.

“Ini sebenarnya perlu dikuatkan kembali, sehingga masyarakat atau umat Islam tidak lagi mempertentangkan antara Islam dan Pancasila," terangnya.

Pandangan yang hampir serupa terhadap Pancasila juga dikemukakan Muhammadiyah. Muhammadiyah menyebut bahwa negara Pancasila merupakan darul ahdi was syahadah. Konsep ini merupakan hasil Muktamar ke-47 Muhammadiyah pada 2015 di Makassar. (adi)