Ganjar saat memimpin rapat desain percepatan vaksinasi Jawa Tengah, di Kantor Pemprov Jateng, Rabu, 20 Januari 2021. (Foto: Dok Prov Jateng)
Ganjar saat memimpin rapat desain percepatan vaksinasi Jawa Tengah, di Kantor Pemprov Jateng, Rabu, 20 Januari 2021. (Foto: Dok Prov Jateng)

Percepat Vaksinasi, Ganjar Usulkan Penambahan Vaksinator

Ngopibareng.id Nusantara 20 January 2021 15:00 WIB

Penambahan vaksinator dan perbaikan sistem menjadi usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam skenario percepatan vaksinasi tahap I agar bisa selesai pada 25 Januari mendatang.

"Setelah melihat di lapangan kemarin, Jateng berinisiatif lakukan percepatan,” ucap Ganjar usai rapat desain percepatan vaksinasi Jawa Tengah, di Kantor Pemprov Jateng, Rabu, 20 Januari 2021.

Ganjar melalui Dinas Kesehatan mendorong penambahan tenaga vaksinator itu sebab bila melihat prakteknya sebenarnya tidak terlalu sulit.

"Sekarang vaksinator kita lakukan penambahan dan ternyata tidak terlalu sulit untuk menyuntikkan vaksin ini, sehingga seluruh kapasitasnya akan kita siapkan," kata Ganjar

"Kalau kapasitas puskesmas hanya 45 padahal bisa ditingkatkan, sayang kalau tidak kita percepat. Yang kedua kapasitas rumah sakit besar juga akan kita optimalkan," ujarnya.

Ganjar juga mengusulkan aplikasi “Antri” yang diharapkan bisa membantu perbaikan sistem vaksinasi agar lebih cepat dan prosesnya lebih mudah baik untuk masyarakat maupun penerima vaksin lainnya.

"Karena ada anak-anak muda yang datang kepada saya sudah menyiapkan sistem namanya antri. Sehingga Antri ini harapan kita juga bisa membantu nanti masyarakat termasuk yang non nakes ini untuk bisa mendata kira-kira jatah dapetnya kapan," ujarnya.

Terkait vaksin tahap II, pihaknya tengah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkaitan dengan penyusunan jadwal untuk percepatan vaksinasi.

Tak hanya itu, Jateng mengusulkan tambahan sebanyak kurang lebih 13 ribuan penerima vaksin yang masuk dalam kategori SDM Kesehatan atau orang-orang yang bekerja di lingkungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

"Ternyata di Jateng tidak hanya nakes, sekarang kita naik pada SDM Kesehatan, maka seluruh yang bekerja di rumkit dan faskes yang ada semua mesti di vaksin. Artinya ada kurang lebih 13ribuan dari SDM kesehatn yang belum terdaftar, nah karena ini belum terdaftar maka ini akan kita usulkan untuk adanya penambahan," ujar Ganjar.

Sebagai informasi, Jawa Tengah sejak tanggal 14 Januari memulai proses vaksinasi tahap I. Dari total 62.560 dosis vaksin, dibagi menjadi dua kali proses penyuntikan untuk tiga daerah yakni Kota dan Kabupaten Semarang serta Kota Surakarta.

Sesuai jadwal, Dinkes Jateng menargetkan proses vaksinasi pertama terhadap 31ribuan Nakes selesai pada 25 Januari mendatang. Kemudian dilanjutkan proses vaksin kedua mulai 28 Januari - 3 Februari mendatang.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 08:07 WIB

Malaikat dalam Kubur, Mereka Dikerjai Nasrudin Hoja

Humor Sufi

Humor Sufi - renungan di masa pandemi Covid-19

01 Mar 2021 07:53 WIB

Artidjo Alkostar: Sebuah Kitab Keadilan

Hamid Basyaib

Artidjo sosok penegak hukum yang memiliki integritas tinggi dan sahaya.

01 Mar 2021 07:35 WIB

Soal Legalisasi Usaha Miras, Muhammadiyah: Itu Buah UU Ciptaker

Khazanah

Fenomena bangsa yang telah kehilangan arah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...