PENYAIR: Binhad Nurrohmat (baju hitam) bersama Penyair Acep Zamzam Noor dari Pesantren Singaparna Tasikmalaya. (foto: ngopibareng.id)
PENYAIR: Binhad Nurrohmat (baju hitam) bersama Penyair Acep Zamzam Noor dari Pesantren Singaparna Tasikmalaya. (foto: ngopibareng.id)

Penyair Binhad Nurrohmat, Menulis Surat Terbuka untuk Sukmawati

Ngopibareng.id Khazanah 03 April 2018 17:09 WIB

Setelah penyair Ahmadun Yosi Herfanda memberikan pernyataan atas puisi “Ibu Indonesia” karya Sukmawati Soekarnoputri, kini Penyair Binhad Nurrohmat memberikan tanggapan serius juga.

Penyair yang kini tinggal di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso Jombang ini, menulis “Surat Terbuka” yang ditujukan langsung pada Sukmawati Soekarnoputri. Selain menulis di akun facebook-nya, Binhad Nurrohmat juga mengirimkan untuk ngopibareng.id.

SURAT TERBUKA

Kepada Sukmawati Soekarno Putri

Tak penting yang Anda bacakan pada acara itu adalah puisi bagus atau puisi buruk. Tak peduli yang Anda bacakan itu adalah puisi atau bukan. Anda bukan penyair, maka mengharapkan puisi bagus atau puisi buruk dari Anda bukan menjadi keharusan siapa pun.

Yang pasti adalah Anda menyampaikan pesan. Anda berkomunikasi melalui yang Anda bacakan itu di hadapan publik. Tak bisa Anda mengelakkan efeknya kepada khalayak lantaran pesan Anda itu.

Saya tak percaya Anda tak paham syariat Islam.

Anda mengakui di sebuah media bahwa ada masyarakat di negeri ini yang tak paham syariat Islam. Karena Anda paham syariat Islam maka Anda bisa berpendapat demikian.

Saya pun tak percaya Anda tak paham SARA.

Anda mengaku sebagai budayawati di sebuah media. Melalui budaya SARA bisa terpahami lebih baik. Tapi kenapa pendapat Anda tentang azan yang bisa menyinggung sebagian kalangan Islam Anda sampaikan ke publik?

Azan menjadi bagian dari kehidupan beragama orang Islam. Ikatan orang Islam kepada azan amat mendalam. Menyiratkan azan lebih rendah daripada kidung tentu tak bijaksana, bukan?

Jika Anda hendak mengkritik atau menyindir melalui yang Anda bacakan itu, wajar Anda menerima reaksi dari yang merasa Anda kritik. Jika Anda tak merasa melakukan itu semua atau tak bermaksud mengkritik atau menyindir melalui yang Anda bacakan itu, berarti Anda tak paham orang Indonesia.

Terima kasih.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Nov 2020 21:43 WIB

Menyusul Bupati Jombang, Ajudan Positif Covid-19

Jawa Timur

Ajudan tes swab karena kontak erat dengan Bupati Jombang.

26 Nov 2020 20:35 WIB

Bupati Jombang Positif Covid-19, Emma: Isolasi di RSUD Soetomo

Jawa Timur

Bupati Jombang Mundjidah dikabarkan positif covid-19.

24 Nov 2020 18:30 WIB

Update Covid-19 Jawa Timur: 354 Infeksi, Surabaya Terbanyak

Reportase

Jombang melaporkan pasien meninggal terbanyak.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...