Nalini Muhdi, Kepala Departement Ilmu Kedokteran Jiwa FK. Unair (kanan) (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

Remaja dan Dewasa Muda di Indonesia Rentan Bunuh Diri

Kesehatan 04 September 2019 19:30 WIB

Remaja dan dewasa muda yang berusia 15 hingga 29 tahun saat ini rentan bunuh diri. Karena usia remaja dan dewasa muda sekarang ini hubungan sosialnya cenderung menurun.

Pakar Psikologi Universitas Airlangga, dr Nalini Muhdi,SpKJ mengatakan kecenderungan remaja dan dewasa muda mengalami penurunan dalam berhubungan lingkungannya menyebabkan cara menyelesaikan masalah belum matang.

"Remaja dan dewasa muda sekarang jarang sekali terlihat bermain dengan kelompok sosialnya. Mereka sibuk dengan gadgetnya. Semuanya pegang HP. Coba kita lihat kalau berkumpul, mereka tidak saling berbicara tapi semuannya sibuk urusan gadgetnya masing-masing," katanya dalam acara Surabaya Suicide Update, Rabu, 4 September 2019.

Tambahnya, manusia sebagai makhluk sosial harus saling berhubungan. Semakin individual seorang anak akan berpengharuh terhadap kedewasaan seseorang dalam mengatasi masalah.

"Kalau seseorang jarang berhubungan dengan sosialnya, tentunya akan semakin mempegaruhi cara mengatasi masalah sosial. Sehingga mereka akan mudah tertekan dan stres," katanya.

Kata Nalini, penyebab bunuh diri paling banyak karena depresi atau stres yang tidak teratasi. Stres itu dipicu stres paling banyak yaitu, karena konflik, tekanan, frustasi, dan krisis. "Di indonesia empat-empatnya lengkap ada," kata

Diketahui, perilaku bunuh diri saat menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data WHO, setiap tahun tercatat ada 800 ribu orang tewas bunuh diri. Artinya, setiap 40 detik terdapat 1 orang yang meninggal akibat bunuh diri.

Rasio bunuh diri ini 11,4 per 100 ribu orang. Namunm di Indonesia berdasarkan data WHO tahun 2012, angka bunuh diri 4,3 per 100 ribu orang. Setiap satu orang meninggal bunuh diri, muncul lebih dari 25 percobaan bunuh diri lainnya.

"Kalau melihat orang yang mengarah pada depresi, temani dia. Tapi kalau dalam 24 jam tidak membaik, sebaiknya temani dia untuk bertemu ahlinya di bidang psikiater, psikolog ataupun terapi. Karena bagaimana pun orang depresi membutuhkan pertolongan agar tidak sampai bunuh diri," kata Nalini. 

Penulis : Pita Sari

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 May 2020 17:42 WIB

Lindungi Data Ponsel, Samsung Kembangkan Security Chip Baru

Gadget

Samsung kembangkan Security Chip Baru. Untuk apa?

24 May 2020 00:43 WIB

Finalis Miss Universe Selandia Baru Bunuh Diri

Gosip Artis

Korban bully, Amber-Lee Friis meninggal karena bunuh diri.

20 May 2020 10:46 WIB

Tempat Terbaik Membeli Smartphone, Ini 3 Cirinya

Handphone

Mencari tempat terbaik membeli smartphone itu gampang-gampang susah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...