Penting! Perhatikan Penampilan Pasien Pasca Kemoterapi Kanker

19 Oct 2019 10:23 RS Adi Husada
RS Adi Husada Cancer Center

"Saya percaya sakit datangnya dari Tuhan. Dan Tuhan tentu akan menyembuhkannya." Itulah keyakinan Dra. Hatik Suprihati, MM, saat dirinya berjuang melawan kanker payudara.

Keyakinan tersebut dibagikan Hatik Suprihati kepada survivor kanker. Tiga tahun lalu, Hatik Suprihati divonis kanker payudara. Namun kini, ia dinyakan sembuh dari penyakit mematikan itu.

Wanita berusia 72 tahun ini terus menebarkan semangat dan kepercayaan dirinya, dalam menghadapi kanker kepada para survivor kanker lainnya. Hal ini pun terlihat saat ia bersama Can-Care Indonesia tampil talkshow kesehatan yang di gelar Surabaya Fashion Week (SFW) 2019, Jumat 18 Oktober 2019.

Hatik biasa disapa, mengungkapkan bahwa pasien kanker apapun yang mengalami perubahan saat kemoterapi tidak boleh malu dan mengabaikan penampilannya begitu saja.

"Kemoterapikan bagian dari pengobatan untuk membunuh sel kanker, efeknya ke tubuh memang banyak sekali seperti rambut rontok, kulit kering, perubahan warna kulit dan sebagianya," terang wanita yang terkena kanker di usia 69 tahun ini.

Hatik berpesan, pasien pasca kanker jangan patah semangat. Ia meyakinkan bahwa, dirinya sendirilah yang harus peduli pada penampilan. "Kalau optimis ditunjang dengan penampilan yang percaya diri tentu energi positif juga akan mengiringi," ucapnya.

Dra Hatik Suprihatin ditemui usai membagikan inspiransinya saat melawan kanker payudara tiga tahun lalu Foto Pitangopibarengid
Dra. Hatik Suprihatin ditemui usai membagikan inspiransinya saat melawan kanker payudara tiga tahun lalu. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Penampilan paripurna, lanjut Hatik, akan menghapus rasa minder seseorang. Menurutnya, perawatan pasca kanker saat ini sudah sangat berkembang dengan baik. Seperti adanya Can-Care yang menyediakan semua perawatan pasca perawatan kanker. Sehingga survivor kanker tetap tampil percaya diri.

"Can-Care sangat membantu bagi penderita kanker pasca kemoterapi dalam hal penampilan. Misalnya perempuan harus diperhatikan, saat rambutnya rontok harus ada yang membuatnya nyaman saat keluar rumah, seperti wig atau pun syal dan Can-Care menyediakan hal tersebut," ujar Hatik.

Selain itu, Hatik juga menyoroti kondisi keuangan pasien kanker yang berbeda-beda. Namun Can-Care menyediakan kebutuhan survivor kanker sesuai anggaran yang mereka miliki.

"Tidak ada alasan bagi penderita kanker untuk tidak percaya diri dengan penampilannya. Dengan bantuan Can-Care semua itu ada jalan keluarnya," tuturnya.

Hatik menghimbau, bagi para wanita untuk lebih menyadari kesehatan payudara dengan melakukan Pemeriksaaan Payudara Sendiri (Sadari). Sebab, faktor penyembuhan kanker akan lebih besar bila datang lebih awal di stadium awal.

"Khusunya untuk para kaula muda segera lakukan pemeriksaan bisa ke dokter bisa SADARI dan harus punya proteksi pada dirinya," himbaunya.

Can-Care Indonesia merupakan patner Adi Husada Cancer Center (AHCC) untuk perawatan pasien pasca kanker. Can-Care sendiri berlokasi di lantai 4 AHCC.

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini