Eksotisme desa-desa di Bali... foto:kemenpar
Eksotisme desa-desa di Bali... foto:kemenpar

Penglipuran.... Uihhh Bikin Jatuh Hati

Ngopibareng.id Destinasi 29 March 2018 09:49 WIB

Penglipuran. Pasti sudah pernah dengar kan? Ini sebuah destinasi di Bali. Banyak orang menganga kalau sudah datang kesini. Malah, semangatnya, kalau sudah ke Penglipuran inginnya selalu balik lagi.

Desa Penglipuran rupanya juga membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Executive Director UNWTO Shanzhong Zhu terpana. Tak kalah terpananya rombongan Famtrip Sabah-Sarawak. Seakan mereka tak mau pulang dari Penglipura ke negaranya.

Desa Wisata yang satu ini memang unik. Keren. Bersih. Artistik. Di 2016 silam, Desa ini masuk ke dalam kelompok desa-desa terbaik dunia. Namanya sejajar dengan Desa Giethoorn di Belanda serta Mawlynnong di India.

Penglipuran sudut yang lain fotokemenparPenglipuran sudut yang lain. foto:kemenpar

Pengakuan dunia ini diulas dalam situ boombastis.com. Dari mulai kebersihan hingga keharmonisan masyarakatnya, Penglipuran dianggap sangat fantastis.

Budaya dan hubungan kekerabatan, kekeluargaan, antar-anggota masyarakat di desa itu fantastis, khas Indonesia yang hidup rukun, damai, saling hormat dan penuh toleransi.

“Soal desa wisata, Desa Penglipuran, Bali, tempatnya. Ini sudah diakui dunia sebagai desa wisata terbaik dunia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (29/3).

Tradisi membawa beban di atas kepala yang keren fotokemenparTradisi membawa beban di atas kepala yang keren. foto:kemenpar

Kesederhanaan dalam kebersamaan ini memang menjadi daya tarik yang diminati rombongan Famtrip Sabah-Sarawak, Malaysia. Semuanya kompak mengeksplorasi. Kompak mendokumentasikan.

Semuanya dibuat terkesima dengan pertamanan dan gerbangnya yang seragam. Semua dibuat jatuh cinta dengan arsitektur Bali yang terlihat jelas di semua sudut desa yang juga pernah dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia itu.

“Destinasinya memang sangat unik. Kehidupan masyarakat, pola komunikasi, mempertahankan tradisi dan budaya lokal, termasuk dalam urusan sosial, komitmen untuk kebersihan bersama, keamanan dan kenyamanan bersama sangat kental dengan nuansa Bali," tuturnya.

Rapiiiii bersihhhh fotokemenparRapiiiii, bersihhhh. foto:kemenpar

Menteri asal Banyuwangi itu memang tak asal bicara. Suasana asri menyambut siapa pun yang berkunjung ke Desa Penglipuran.

Rapinya desa ini sudah terlihat sejak di pintu masuk begitu melewati Candi Bentar, pintu gerbang kawasan atau perkampungan khas Bali.Tanaman perindang di kanan kiri jalan tertata rapi. 

Suasanyanya hijau dan asri. Udara sejuk berkisar 20 derajat celcius, juga ikut membungkus desa yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu.

Wisman tak berhenti mengalir fotokemenparWisman tak berhenti mengalir. foto:kemenpar

Kondisi lebih tertata terlihat setelah masuk kawasan pemukiman desa. Ada tempat parkir dengan paving, wantilan atau aula pertemuan terbuka tanpa dinding, hingga taman-taman di depan rumah.

Tempat sampah tidak hanya untuk dua jenis, tapi sampai lima jenis. Ada yang untuk sampah organik, anorganik, plastik, sampah lain, hingga bahan berbahaya yang berada di salah satu pojokan halaman.

Uniknya, kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil tidak boleh masuk jalan utama di tengah desa. Mereka harus memutar di jalan raya yang mengelilingi desa tersebut.

Karena itulah desa ini juga terjaga dari polusi suara ataupun udara kendaraan bermotor. Agen-agen pariwisata di Bali pun terbius dengan sejumlah pesona tadi.

“Banyak spot keren yang bisa jadi latar belakang foto-foto. Bagus sebagai kenang-kenangan. Ini bukti bahwa saya sudah pernah jalan-jalan ke salah satu desa paling bersih di dunia,” timpal Ho Jit Cun, Director Kuching Holidays & Car Rental Sdn Bhd.

Geser sedikit, ada hutan bambu ala Jepang yang bisa ditemukan di Penglipuran. Spot selfienya dijamin keren. Tak kalah dari Arashiyama di Kyoto, Jepang.

“Nature, culture dan spot selfie menyatu jadi satu. Terimakasih untuk Kementerian Pariwisata, KJRI Kuching dan KJRI Sabah yang sudah mengajak kami berpetualang ke desa wisata terbaik di dunia,” papar Abraham Rajakariar Krishman, jurnalis Utusan Borneo. (*)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Dec 2020 17:05 WIB

238 Mahasiswa Positif Covid-19 Usai Hadiri Pengenalan Kampus

Rek, Ojok Angel Tuturane

Mahasiswa Poltrada Bali sebanyak 238 orang positif Covid-19.

01 Dec 2020 23:30 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Edhy Prabowo ke Ngabalin

Korupsi

KPK menjelaskan posisi Ngabalin dalam kasus Edhy Prabowo.

30 Nov 2020 16:30 WIB

RS Rujukan Covid-19 di Surabaya Penuh, Pasien Antre Kamar

Kesehatan

Protokol Kesehatan Kendor, RS Rujukan Covid-19 di Surabaya Penuh

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...