Pengamat Bola Sebut Peluang Persebaya Juara Piala Presiden Pupus

11 Apr 2019 13:15 Liga Indonesia

Pengamat sepakbola asal Jawa Timur Rudy William Kaltjes mengatakan peluang Persebaya meraih gelar juara Piala Presiden 2019 sudah terturtup. Hal itu ia katakan setelah melihat pertandingan leg pertama yang berhasil seri 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa 9 April lalu.

Legenda hidup Persebaya ini juga menilai, Persebaya bermain buruk ketika di kandang sendiri. Rudy Keltjes melihat lini tengah Persebaya kalah dengan Arema FC, sehingga tim berjuluk Singo Edan mampu menguasai seluruh jalannya pertandingan.

"Mainnya itu sepotong-sepotong Persebaya, yang saya lihat gelandangnya tidak bagus. Apalagi pilihan memasukkan Fandi pada menit ke-13 itu keputusan yang salah," kata Rudy Keltjes kepada ngopibareng.id, Kamis 11 April 2019.

Memang pada menit ke-13, Fandi Eko Utomo dimasukkan menggantikan M. Hidayat yang mengalami cedera. Saat itu pergantian Bajul Ijo tidak efektif.

Rudy Keltjes menilai Fandi Eko tidak cocok bermain di menit awal, sebab karakter anak dari Yusuf Ekodono adalah pemain flamboyan.

"Fandi Eko itu tipikal pemain yang tidak berani jadi harusnya Persebaya memainkan Oktafianus Fernando (Ovan). Jadi di babak pertama harus berani pressing dan menurunkan mental pemain Arema," kata pemain Bajul Ijo era 80-an itu.

Pengamat sepakbola asal Jawa Timur Rudy William Kaltjes Foto Harisngopibarengid
Pengamat sepakbola asal Jawa Timur Rudy William Kaltjes. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Selain faktor pemain tengah, kedua bek sayap Persebaya juga tidak berjalan baik. Kata Rudy Keltjes, Novan Sasongko dan M. Syaifuddin tidak cocok bermain di posisi tersebut.

 

"Persebaya punya Ruben, harusnya dia main. Kalau Ruben main pasti akan bagus pertahanan Persebaya. Meski di tengah ada Otavio Dutra dan Hansamu Yama yang berpengalaman," lanjut dia.

 

Tidak hanya itu, yang paling fatal kata Rudy Keltjes adalah kiper Persebaya, Miswar Saputra yang selalu salah melakukan antisipasi bola. Harusnya kiper tidak usah maju bila masih ada pemain yang bisa melakukan duel.

 

"Itu kiper harus diganti pada leg kedua jika ingin menang di kandang Arema. Karena saat leg kedua kemarin keputusannya selalu tidak tepat," ujar dia.

 

Sementara itu, soal striker Persebaya Amido Balde, Rudy Keltjes mengacungi dua jempol. Sebab ia menilai pemain berpaspor Portugal itu memiliki skill bagus dan selalu unggul dalam duel udara.

 

"Sayapnya tidak jalan, coba kalau jalan dan bisa memberikan umpan crossing ke Balde, pasti saya jamin dia akan bisa cetak banyak gol. Karena karakter pemain itu bagus jika dikasih bola-bola matang," ucap Rudy Keltjes.

 

Seperti diketahui, Persebaya akan menjalani leg kedua final Piala Presiden menghadapi Arema di stadion Kanjuruhan Malang, Jumat besok. Di pertandingan itu Rudy Keltjes menilai peluang Persebaya sudah tertutup.

 

"Saya rasa sudah tidak bisa kalau juara, karena yang diuntungkan Arema. Tapi saya sebagai warga Surabaya berharap Persebaya menang 2-0," pungkas Rudy. (hrs)

Penulis : Haris Dwi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini