Di antara penampilan Pawai Budaya bertajuk “Pelangi Budaya Pendalungan” di Kota Probolinggo. (Foto: Ikhsan/ngopibareng.id)

‘Pelangi Budaya Pendalungan’ Pukau Penonton

Jawa Timur 01 September 2019 20:25 WIB

Meski tidak semoncer Jember Internasional Carnival (JIC), pawai budaya di Kota Probolinggo mampu menyedot perhatian khalayak penonton. Hal itu terlihat saat 34 kelompok pawai budaya bertajuk “Pelangi Budaya Pendalungan” digeber mulai Jalan Panglima Sudirman-Jalan Gatot Soebroto-Jalan Ahmad Yani, Minggu, 1 September 2019.

Antusiasme warga terlihat dari berjubelnya penontonton mulai garis start di depan Pemkot Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman hingga finish di alun-alun, Jalan Ahmad Yani. Pawai budaya tersebut sebagai puncak HUT Kemerdekaan RI sekaligus menyemarakkan even Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2019 dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-660.

"Rute pawai budaya sekarang lebih panjang, biasanya hanya berkutat di Jalan Panglima Sudirman, sekarang juga melintasi Jalan Gatot Soebroto, Jalan Ahmad Yani hingga alun-alun," ujar Agus, salah satu penonton.

Pawai budaya tidak hanya diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Probolinggo. Tetapi juga diikuti kelompok seni dari Sleman dan Banyuwangi.

"Selain untuk menghidupkan beragam seni budaya, pawai budaya ini sekaligus sebagai hiburan bagi warga Kota Probolinggo," ujar Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat melepas pawai budaya.

Tidak kalah pentingnya, kata Habib Hadi, panggilan akrab wali kota, pawai budaya sebagai perekat dan pemersatu anak bangsa. "Artinya meski seni budaya kita berbeda-beda tetap dalam ikatan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Seperti diketahui, ada empat etnis yang menghuni Kota Probolinggo yakni, Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa. Campuran beragam budaya terutama Jawa dan Madura (Pendalungan) inilah yang selama ini berkembang dalam keseharian masyarakat di Kota Bayuangga.

Selain itu Kota Probolinggo, kata Habib Hadi, juga memiliki sejarah batik yang legendaris di masa lampau. "Berdasarkan koleksi sebuah museum di Belanda, Probolinggo memiliki 150 motif batik kuno. Ini harus digali dan dikembangkan kembali," katanya.

Kini puluhan perajin batik di Kota Probolinggo kembali membangkitkan batik Probolinggo yang pernah jaya di masa silam. Sejumlah kampung batik seperti di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan mulai menggeliat. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:50 WIB

Selama Pandemi, Pelayanan Pasien Kanker AHCC Tetap Berjalan

RS Adi Husada

Pelayanan Pasien Kanker AHCC, Selama Masa Pandemi Tetap Berjalan

09 Jul 2020 15:46 WIB

Angka Kasus Covid-19 Naik, Pakar: Tunggu Seminggu Lagi

Jawa Timur

Angka kasus bisa dilihat 7-8 hari kemudian.

09 Jul 2020 15:35 WIB

Permintaan Jokowi Turunkan Kurva Tak Terpenuhi, Ini Kata Khofifah

Jawa Timur

Khofifah menjelasan mengapa kurva covid-19 di Jawa Timur tak turun.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...