Pangkas Pengangguran, Disnaker Lamongan Rajin Gelar Pelatihan

13 Aug 2019 12:53 Jawa Timur

Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah Kabupaten Lamongan. Disinyalir jumlah pengangguran di Kabupaten Lamongan terbilang masih cukup tinggi. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan, Hamdani Azhari, untuk menekan angka pengangguran itu, Disnaker intensif menggelar pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lamongan.

Di antaranya ada pelatihan menjahit, tata boga, tata rias, service kendaraan roda dua dan mobil, pengelasan, dan pertukangan. Pelatihan ini demi upaya untuk mengurangi pengangguran di Kota Soto tersebut.

"Pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih 30-36 hari," kata Hamdani, Selasa 13 Agustus 2019.

Dari lulusan BLK Disnaker Lamongan ini nantinya akan bisa diserap di sejumlah perusahaan. Selain itu juga diberikan informasi pasar kerja di berbagai perusahaan kepada lulusan pelatihan.

"Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, sebanyak 472 orang yang ikut pelatihan di BLK, sudah lumayan banyak yang diserap sejumlah perusahaan, ataupun secara mandiri berwirausaha sesuai keahliannya," imbuh Hamdani.

Menurut Hamdani, jumlah pengangguran yang masih tinggi selain disebabkan peluang dan lowongan kerja yang terbatas, juga jumlah lowongan yang disediakan memang banyak yang tidak sesuai dengan lulusan sekolah kejuruan atau sarjana yang mencari kerja.

Faktor lainnya juga tidak adanya keseimbangan antara lulusan dari SMA/SMK maupun perguruan tinggi lebih banyak, dibanding lowongan yang tersedia di perusahaan.

"Lulusan baru dari SMA/SMK setiap tahun lebih banyak daripada serapan tenaga kerja. Belum lagi lulusan dari perguruan tinggi," ujarnya.

Hamdani berharap melalui usaha dari Disnaker dengan menggelar pelatihan-pelatihan, akan bisa turut membantu masyarakat lamongan mempunyai keahlian, yang nantinya bisa terserap oleh perusahaan ataupun mandiri membuka usaha sendiri melalui keahliannya.

Selain itu, Hamdani mengaku sejumlah upaya terus dilakukan untuk menekan angka pengangguran. Disnaker Lamongan juga membukakan jalan bagi para pencari lowongan pekerjaan dengan menggelar Job Market Fair (JMF).

"Job market fair tersebut melibatkan sejumlah perusahaan besar yang setiap tahunnya selalu membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah atau perguruan tinggi," sambung dia.

Dengan job market fair itu, mereka para lulusan sekolah yang berada di lingkungan penyelenggaraan job market fair bisa mencari peluang kerja yang sesuai keinginan mereka, dan tidak perlu jauh-jauh ikut Job Fair keluar kota untuk mencari kerja.

"Diharapkan mudah-mudahan banyak masyarakat Lamongan yang bisa diserap oleh perusahaan-perusahaan, sehingga angka pengangguran bisa terpangkas," pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan, jumlah pengangguran terbuka di Lamongan, terdata pada 2017 angka pengangguran sebesar 26.300 orang, naik menjadi 20.600 orang atau 3,17 % pada tahun 2018. Dan pada tahun 2019 ini, angka itu akan coba dipangkas oleh Disnaker Lamongan.

Penulis : Nasih Farihuddin
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini