PROTES: Aksi rakyat Palestina di Jalur Gaza mendapat perlawanan dari tentara Israel. (foto: ist)

Palestina Semakin Memburuk, Ini Ternyata Alasannya

Internasional 16 June 2018 17:12 WIB
"Beberapa tahun yang lalu Gus Yahya Yahya Cholil Staquf menyampaikan dalam satu forum bahwa konflik di Palestina kemungkinan besar tidak akan pernah selesai bahkan sampai kiamat," kata Usmayadi.

Kondisi rakyat Palestina kini makin memburuk. Tindakan keras tentara Israel terhadap demonstran Palestina di Jalur Gaza sejak 30 Maret 2018, disebut Great March of Return untuk mengenang terusirnya warga Palestina dari tanahnya yang diduduki Israel. Lebih dari 120 warga Palestina tewas dan 3.700 lainnya luka-luka oleh tentara Israel.

Majelis Umum PBB pada Rabu (13/6/2018) meloloskan resolusi mengecam Israel atas tindakan kekerasan terhadap warga Palestina di Gaza dengan 120 negara mendukung.

Rancangan resolusi yang diajukan oleh Aljazair dan Turki, mewakili negara-negara Arab itu menyesalkan tindakan Israel yang dianggap telah menggunakan kekuatan berlebih dan tidak proporsional terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Resolusi tersebut juga mengecam militer Israel yang menewaskan hingga sedikitnya 129 warga Palestina selama aksi protes yang berujung bentrokan.

"Beberapa tahun yang lalu Gus Yahya Yahya Cholil Staquf menyampaikan dalam satu forum bahwa konflik di Palestina kemungkinan besar tidak akan pernah selesai bahkan sampai kiamat," kata Usmayadi, Ketua Persaudaraan Profesional Muda (PPM) Aswaja, pada ngopibareng.id, Sabtu (16/6/2018).

Mengapa begitu?

"Hal ini dikarenakan adanya segelintir tokoh yang mendominasi seputar Palestina yang terus memperoleh kekayaan dari adanya bencana perang di Palestina.

"Waktu itu saya berpikir, bahwa tentunya tokoh yang dimaksud adalah para pentolan Israel yang terus mengangkangi tanah Palestina, namun saya masih meragukan pemikiran saya sendiri, karena Palestina sepertinya tidak memiliki sumber daya alam yang dapat membuat kaya," kata Usmayadi, Ketua PPM Aswaja.

"Belakangan saya pribadi mengenal Pallywood, sebuah istilah “sleng” atau plesetan dari karya sinema ala Hollywood dengan berlatar belakang keperihatinan penduduk Palestina dengan tuduhan kepada penjajah Israel sebagai satu-satunya penyebab," tutur Cak Usma, panggilan akrabnya.

Rupanya dalam Pallywood ini terdapat potensi yang memperkaya, bukan pentolan Israel, tapi justru pentolan Palestina yang selama ini diberitakan sebagai perwakilan rakyat Palestina untuk membebaskan Palestina. Pentolan ini bisa dipihak Hammas maupun Fatah yang selama ini tampil saling berkonflik untuk mewakili pengelolaan pemerintahan Palestina.

Laporan investigasi adanya pentolan pembela Palestina yang memiliki kekayaan sampai triliunan rupiah adalah sebuah tragedi kemanusiaan tersendiri, mengingat bencana kelaparan dan kemiskinan rakyat Palestina.
Ini jelas ada sesuatu yang salah!!!

Investigasi lainnya menyebutkan sumber kekayaan para pentolan pembela Palestina itu antara lain dari korupsi bantuan internasional, korupsi birokrasi, pemungutan biaya di luar kewenangan pemerintah atas izin usaha di seputar Palestina, dsb.

Jadi perkiraan skenarionya, sinema karya Pallywood yang disebarkan akan mengaduk-aduk emosi masyarakat muslim dunia, lantas bertebaran serempak badan-badan sosial pengelola dana bantuan ke Palestina, lantas puncaknya adalah dana bantuan tersebut diterima oleh para Pentolan pembela Palestina.

Maka, benar apa yang disampaikan Gus Yahya, “apa yang bisa diharapkan dari muslim semacam kami ini?”, maka retasan jalan di luar mainstream yang digalang sendirian oleh Gus Yahya ini seolah membuka cakrawala baru bagi penyelesaian konflik menuju perdamaian Palestina.

Setidaknya, kita akan mulai belajar, bahwa membantu rakyat Palestina dengan cara-cara seperti biasanya itu telah membuat Palestina tidak memiliki perkembangan positif dari tahun ke tahun, justru makin sengsara dan wilayahnya makin menyempit, sementara dugaan kesalahan pengelolaan dana bantuan (baca: korupsi) telah memperkaya para pentolan pembela Palestina.

Mari kita eksplor bersama, buktikan bahwa kita adalah muslim yang cerdas dan tidak sekedar taqlid ataupun membebek saja pada berita yang kita terima, meski dari tokoh idola kita. (adi)

Sumber info yang bisa dicek untuk eksplorasi kita, antara lain:

https://www.quora.com/Are-Hamas-leaders-corrupt
https://www.theguardian.com/world/2014/dec/25/corruption-hampers-effort-to-rebuild-gaza
http://www.thetower.org/5461-hamas-prosecutes-journalist-for-exposing-corruption-in-gaza/
https://www.haaretz.com/.premium-gaza-full-of-millionaires-says-pa-official-1.5290949
https://www.forbes.com/forbes/welcome/?toURL=https://www.forbes.com/sites/forbesinternational/2014/12/12/the-worlds-10-richest-terrorist-organizations/3/&refURL=https://web.facebook.com/&referrer=https://web.facebook.com/#7440dc282b60
https://www.algemeiner.com/2014/07/28/gazas-millionaires-and-billionaires-how-hamass-leaders-got-rich-quick/
https://en.wikipedia.org/wiki/Pallywood

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Aug 2020 17:09 WIB

Update Corona Indonesia: Tambah 1.679 Total 113.134 Kasus Positif

Nasional

Kasus positif corona di Indonesia bertambah 1.679 orang.

03 Aug 2020 16:56 WIB

Unggah Foto Seperti Beyonce, Warganet: Adele Kamu Juga Ratu

Musik

Penyanyi Adele meniru penyanyi idolanya dengan unggah foto seperti Beyonce.

03 Aug 2020 16:45 WIB

Viral, Pria Belai Kaki Cewek Saat Lampu Merah

Hiburan

seorang pria grepe kaki perempuan yang diboncengnya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...